Senin, 22 April 2024

Foto-foto Meriahnya Iwwadh Atau Lebaran Arab di Palu

IWWADH - Meriahnya Iwwadh atau Lebaran Arab di Palu. Iwwadh adalah tradisi turun temurun yang masih dipelihara sampai sekarang. Ini adalah foto meriahnya Iwwadh di depan toko Nadoly. Setiap tahun acara Iwwadh akan berakhir di tempat tersebut | Foto: ist

PALU, KAIDAH.ID – Warga Palu keturunan Arab punya tradisi turun temurun dilaksanakan setiap tahun, pada setiap 2 Syawal. Namanya Iwwadh atau Lebaran Arab. Setiap iwwadh, pasti meriah. Ratusan orang berbaur dalam satu jamaah yang sama untuk bersilaturahim dan membagi-bagikan uang untuk sesama di rumah keluarga Nasar atau di Toko Nadoly di sekitar Pasar Tua Palu.

Berikut foto-foto kemeriahan Lebaran Arab atau yang disebut dengan istilah iwwadh:

LEBARAN ARAB – Setiap tahun, warga Palu Keturunan Arab merayakan Iwwadh atau Lebaran Arab. Setelah berziarah ke makam Habib Idrus bin Salim Aljufri dan ke rumah-rumah tokoh keturunan Arab, mereka mengakhiri Iwwadh di rumah keluarga Nasar atau di Toko Nadoly, sekitar Pasar Tua Palu | Foto: Ist
TOKOH KETURUNAN ARAB DI PALU – Para tokoh keturunan Arab di Palu foto bersama dengan Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Ali Muhammad Aljufri saat merayakan Iwwadh atau Lebaran Arab | Foto: ist
NADOLY – Setiap Iwwadh atau Lebaran Arab yang dlaksanakan pada 2 Syawal setiap tahunnya, selalu berakhir di rumah keluarga Nasar atau di Toko Nadoly. Di foto ini, para tokoh muda keturunan Arab sedang berpose di tangga rumah keluarga Nasar | Foto: ist
NADOLY – Seperti telah menjadi kesepakatan di antara warga Palu keturunan Arab yang merayakan Iwwadh atau Lebaran Arab, selalu mengakhiri ziarah mereka di Toko Nadoly atau di rumah keluarga Nasar di Kampung Baru. Di sini pembagian hadiah dilakukan. Pembagian hadiah itu berupa uang rupiah mulai pecahan Rp20 ribu sampai Rp100 ribu yang berjumlah jutaan rupiah | Foto: ist
NADOLY – Seperti telah menjadi kesepakatan di antara warga Palu keturunan Arab yang merayakan Iwwadh atau Lebaran Arab, selalu mengakhiri ziarah mereka di Toko Nadoly atau di rumah keluarga Nasar di Kampung Baru. Di sini pembagian hadiah dilakukan. Pembagian hadiah itu berupa uang rupiah mulai pecahan Rp20 ribu sampai Rp100 ribu yang berjumlah jutaan rupiah | Foto: ist