Senin, 22 April 2024

IMIP: Ledakan Tungku Smelter ITSS Bukan Karena Tabung Oksigen

PT IMIP - Situasi terkini bagian pabrik PT ITSS yang terbakar pada 24 Desember 2023 sekira pukul 06.15 Wita yang telah berhasil dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran PT IMIP | Foto: Humas IMIP

MOROWALI, KAIDAH.ID – Kepala Divisi Media Relations PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Dedy Kurniawan menegaskan, ledakan di tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) bukan karena tabung oksigen.

Menurut Dedy Kurniawan, tungku smelter Nomor 41 di PT ITSS yang terbakar itu, awalnya masih ditutup untuk operasi pemeliharaan.

Saat tungku tersebut sedang tidak beroperasi dan dalam proses perbaikan, katanya, terdapat sisa slag atau terak dalam tungku yang keluar, lalu bersentuhan dengan barang-barang yang mudah terbakar di lokasi.

Akhirnya, jelas Dedy, dinding tungku runtuh dan sisa terak besi mengalir keluar sehingga menyebabkan kebakaran. Akibatnya, pekerja yang berada di lokasi tewas dan luka-luka.

“Hasil identifikasi, penyebab kecelakaan ini sekaligus menegaskan bahwa tidak ada tabung oksigen yang meledak seperti diinformasikan sebelumnya,” kata Dedy.

Saat ini, tim PT IMIP tengah berkoordinasi dengan pihak terkait, antara lain safety tenant, satuan pengamanan objek vital nasional (PAM Obvitnas) Kawasan IMIP, Polda Sulawesi Tengah, Danrem 132/Tadulako, dan jajaran pemerintah Kecamatan Bahodopi dan Kabupaten Morowali tentang kejadian tersebut.

Dia menambahkan, manajemen PT IMIP juga telah membentuk tim penanganan dampak kecelakaan kerja, di lokasi pabrik PT ITSS.

Seperti ketahui, telah terjadi ledakan pada tungku smelter PT ITSS, salah satu tenant yang beroperasi di kawasan PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pada 24 Desember 2023 sekira pukul 16.15 Wita.

Dedy Kurniawan melaporkan, hingga pukul 16.15 waktu setempat, situasi sudah dapat teratasi. Jumlah korban tewas yang terkonfirmasi saat ini sebanyak 13 orang, terdiri atas 9 (sembilan) pekerja Indonesia dan 4 (empat) pekerja asal Tiongkok.

Sementara itu, sebanyak 46 korban terluka umumnya disebabkan karena terkena uap panas. Sejumlah 29 korban luka dirujuk ke RSUD Morowali, 12 orang sedang dilakukan observasi oleh Klinik IMIP, dan lima orang rawat jalan.

“Manajemen PT IMIP telah menanggung seluruh biaya perawatan dan perawatan korban pascakecelakaan, serta santunan bagi keluarga korban. Kami juga telah menyerahkan satu jenazah korban kepada pihak keluarga,” tandas Dedy Kurniawan. (*)