Kamis, 29 Februari 2024

Sembilan Jurnalis di Palu Lulus UKJ AJI

UKJ - Jurnalis anggota AJI Kota Palu saat mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ), 27-28 Januari 2024 | Foto: AJI Palu

PALU, KAIDAH.ID – Sembilan peserta anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, berhasil lulus uji kompetensi jurnalis (UKJ) yang digelar oleh AJI Nasional di Palu, pada Sabtu dan Ahad, 27-28 Januari 2024.

Sembilan jurnalis yang mengikuti UKJ dengan 14 mata ujian tersebut, terdiri dari lima orang di jenjang muda, satu orang jenjang madya dan tiga orang jenjang utama.

Sembilan anggota AJI Kota Palu yang ikut dalam UKJ AJI, di antaranya Mohammad Sobirin Jurnalis Madika.id, Yahya M. Ilyas Jurnalis Diksi.net, Mohomammad Fikri S. Alihana Jurnalis harian Metro Sulawesi, Muhajir MJ Saaban Jurnalis Kabarsulteng.id.

Kemudian jurnalis dengan jenjang muda adalah Yoannes Litha Jurnalis Voice Of Amerika (VOA) Indonesia. Sementara di jenjang Madya, adalah Muhammad Yusuf Jurnalis Rotari.id. Untuk jenjang utama terdiri dari Mohammad Fauzi Jurnalis LKBN Antara, Novita Ramadhan Jurnalis Theopini.id dan Mochammad Subarkah Jurnalis Kaidah.id.

Dalam UKJ tersebut, Mochammad Subarkah ditetapkan sebagai lulusan terbaik dalam jenjang utama dan Yoannes Litha sebagai jurnalis terbaik di jenjang muda

Uji Kompetensi Jurnalis ini sebagai salah satu program dewan pers, untuk peningkatan profesionalisme jurnalis di Indonesia. Lantaran itu, sebelum mengikuti ujian, para peserta harus melengkapi sejumlah berkas persyaratan sebagai bukti berprofesi Jurnalis.

Mochammad Subarkah, seorang peserta UKJ Jenjang Utama mengaku sangat bangga setelah mengikuti UKJ, karena ia berhasil lulus sebagai jurnalis utama.

“Dalam kerja kita sebagai jurnalis, membutuhkan rambu-rambu yang bekerja sesuai kode etik dan perilaku, sehingga kita bisa menghasilkan produk-produk jurnalistik yang berpihak pada kepentingannya publik,” kata Subarkah.

“Saya berharap, kawan-kawan jurnalis di Sulawesi Tengah harus bisa meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya, dengan mengikuti uji kompetensi,” harapnya.

Badan Penguji AJI Indonesia, Budisantoso Budiman mengatakan, uji kompetensi jurnalis menjadi salah satu langkah menjaga profesionalme jurnalis di Indonesia.

“Jurnalis sebagai profesi terbuka, tetap ada proses seleksi yang ketat. Tidak semua orang bisa menjadi jurnalis yang kompeten,” katanya.

“Jurnalis harus memenuhi syarat-syarat yang ketat, sesuai dengan standar yang disepakati seluruh konstituen Dewan Pers,” tambahnya.

UKJ AJI digelar selama dua hari, sejak 27 sampai 28 malam di salah satu hotel di Kota Palu.

Materi yang diujikan beragam. Mulai sejarah pers lokal dan global, kode etik jurnalis, hukum pers, praktik wawancara, praktik bekerja dalam tim redaksi dan terakhir tentang pemahaman sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen atau ideologi. (*)