Senin, 22 April 2024

17 Orang Kader Golkar Bakal Calon Kepala Daerah se Sulteng Segera Dievaluasi

GOLKAR - Ketua DPD Partai Golkar Sulteng M Arus Abdul Karim saat menyerahkan surat tugas bakal calon Gubernur Sulteng kepada Mohamad Irwan yang saat ini sebagai Bupati Sigi | Foto: ist

PALU, KAIDAH.ID – Partai Golkar Sulawesi Tengah (Sulteng) akan menggelar rapat pleno evaluasi 15 orang kader partainya, yang telah menerima penugasan sebagai bakal calon kepala daerah.

“Insya Allah rapat pleno dengan agenda evaluasi itu digelar pada 27 Maret 2024,” kata Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Sulteng, Amran Bakir Nai kepada kaidah.id, Senin, 25 Maret 2024 malam.

Menurut Amran, 17 orang kader Golkar bakal calon kepala daerah yang akan dievaluasi itu adalah:

  1. Mohammad Arus Abdul Karim (Bakal Calon Gubernur Sulteng)
  2. Mohamad Irwan (Bakal Calon Gubernur Sulteng)
  3. Imelda Liliana Muhidin (Bakal Calon Wali Kota Palu)
  4. Moh. Rizal Intjenae (Bakal Calon Bupati Sigi)
  5. Nurzain Djaelangkara (Bakal Calon Bupati Sigi)
  6. Mohamad Irwan (Bakal Calon Bupati Sigi)
  7. Rahmad M. Arsyad (Bakal Calon Bupati Donggala)
  8. Erwin Burase (Bakal Calon Bupati Parigi Moutong)
  9. Faizal Lahadja (Bakal Calon Bupati Tolitoli)
  10. Warda Dg. Mamala (Bakal calon Bupati Morowali Utara)
  11. Muhammad Asra (Bakal Calon Bupati Morowali)
  12. Abdullah Batalipu (Bakal Calon Bupati Buol)
  13. Syamsul Bahri Mang (Bakal Calon Bupati Banggai)
  14. Beniyanto Tamoreka (Bakal Calon Bupati Banggai)
  15. Ilham Lawidu (Bakal Calon Bupati Tojo Unauna)
  16. Sesi KD Mapeda (Bakal Calon Bupati Poso)
  17. M. Yasin Mangun (Bakal Calon Bupati Poso)

Amran Bakir Nai tidak menjelaskan secara detail mengenai evaluasi yang dimaksud.

“Ada poin-poin evaluasi yang telah diputuskan oleh DPP. Dan saya tidak bisa menjelaskannya secara detail, karena itu menjadi konsumsi internal pimpinan partai,” katanya.

Golkar, kata Amran, sudah punya indikator sendiri untuk melakukan evaluasi terhadap para bakal calon kepala daerah tersebut.

“Tetapi indikator itu, tidak bisa kita buka ke publik saat ini,” tandas Amran Bakir Nai. (*)

Penulis: Ruslan Sangadji