Kabar Terkini, Serangan Israel ke Palestina Tewaskan 119 Orang. Mohammed Salah Serukan Hentikan Pembunuhan

  • Bagikan
Tangkapan layar Twitter Mesut Ozil

GAZA, KAIDAH.ID – Sejumlah media asing melaporkan, serangan Israel ke Palestina makin kencang. Korban berjatuhan sebanyak 119 orang. Termasuk 31 anak-anak dan 19 wanita tewas dalam serangan udara Israel itu. Jumlah korban luka juga menjadi 830 orang.

Sedangkan serangan roket Hamas ke Israel, dilaporkan menewaskan sekitar 7 warga sipil setempat.

Mengutip Al Jazeera, pasukan Israel berkumpul di perbatasan. Mereka melakukan serangan hingga tengah malam. Tapi tidak melakukan serangan darat. Serangan hanya dilakukan melalui udara.

Juru Bicara Militer Israel, Jonathan Conricus membenarkan tentara Israel telah memasuki beberapa titik wilayah Palestina. Target sasaran tentara Israel adalah pasukan Hamas.

Sementara itu, Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palestina, Mustofa Abu Assi, dalam keterangannya, 13 Mei 2021 menjelaskan, keadaan di Palestina semakin menkhawatirkan. Warga terus ketakutan tak berdaya, karena pasukan Israel kembali melakukan serangan.

Krisis di Palestina itu mengundang reaksi sejumlah kalangan. Dua pesepakbola muslim, Mesut Ozil dan Mohammed Salah juga ikut bereaksi meski dengan narasi yang berbeda.

Pemain Fenerbahce itu menulis di laman twitternya, @MesutOzil1088 , Kamis (13/5/2021) segera hentikan serangan ke Palestina.

Penyerang Liverpool, Mohammed Salah desak hentikan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah | Foto: tangkapan layar Twitter Mohammed Salah

Sedangkan Mohammed Salah menyerukan para pemimpin dunia agar mengerahkan kekuatan mereka mengusahakan perdamaian.

Penyerang Liverpool itu menulis di twitter pribadinya @MoSalah, kekerasan dan  pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah harus segera dihentikan. Seruan itu juga diteruskan kepada Boris Johnson, pemimpin negara yang menjadi markas Liverpool, tim  Mohammed Salah saat ini.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu sangat keras dalam pidatonya. DIa meminta para kepala negara dunia tidak perlu mengurusi masalah Israel dan Palestina. DIa menyerukan perang tanpa henti. Kemudian Pasukan Hamas juga membalasnya dengan menyatakan akan berperang sampai titik darah penghabisan. (Ochan)

  • Bagikan