JAKARTA, KAIDAH.ID – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) mencatat sejarah sebagai kampus digital pertama di Indonesia, yang melaksanakan Latihan Kader 1 (LK 1) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) secara daring. Kegiatan yang diikuti 165 peserta ini berlangsung mulai 31 Juli hingga 3 Agustus 2025, dan menjadi tonggak penting dalam transformasi kaderisasi HMI di era digital.

Rektor UICI, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya LK 1 ini. Ia mengenang masa awal perkenalannya dengan HMI 58 tahun silam di Bandung, saat dirinya mengikuti kegiatan perkenalan anggota dan kemudian LK 1.

“Saya sangat terharu, karena 58 tahun lalu saya ikut LK 1 secara tatap muka. Kini saya menyaksikan anak-anak muda mengikuti LK 1 secara daring. Ini adalah lompatan besar,” ungkap Prof. Laode dalam sambutannya.

Prof. Laode juga menyinggung makna QS Al-Baqarah ayat 3″ “Alladzina yu’minuuna bil ghaib”

mereka yang beriman kepada yang gaib. Menurutnya, ayat tersebut dapat dimaknai secara kontekstual sebagai bentuk keimanan terhadap hal-hal yang tidak kasat mata, termasuk dunia maya yang kini menjadi kenyataan hidup.

“Dunia gaib bisa kita pahami sebagai dunia maya. Dan hari ini kita semua sedang menjalaninya, termasuk dalam pelaksanaan LK 1 ini,” tambahnya.

UICI, sebagai kampus digital keenam di dunia, menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan proses belajar dan pengkaderan berbasis teknologi. Mahasiswa dari berbagai daerah ikut serta dalam kegiatan ini tanpa batas ruang dan waktu.

Sementara itu, Ketua Umum PB HMI yang diwakili oleh Kabid Pembinaan Anggota (PA), Andi Muhammad Syaiful Haq, turut memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana.

“Ini adalah LK 1 pertama yang dilaksanakan secara daring. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Komisariat Persiapan HMI UICI. Ini bukti bahwa kaderisasi HMI bisa menjawab tantangan zaman,” katanya.

Ia juga berharap, model daring ini bisa menjadi format baru bagi kaderisasi HMI ke depan, termasuk untuk pelatihan lanjutan seperti LK 2, LK 3, dan pelatihan formal lainnya.

Kegiatan ini diharapkan melahirkan kader-kader umat yang cakap digital namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, sejalan dengan tujuan HMI sebagai kader umat dan benteng intelektual. (*)

Editor: Ruslan Sangadji