TEHERAN, KAIDAH.ID – Laporan mengenai dampak serangan Israel dan Amerika Serikat ke sejumlah wilayah di Iran mulai bermunculan. Salah satu serangan dilaporkan menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dan menewaskan 24 orang.

Kantor berita pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan serangan Israel tersebut, awalnya disebut menewaskan lima siswa. Namun kantor berita Iran, Fars News Agency, kemudian menyebut jumlah korban pelajar meningkat menjadi 24 orang.

Dengan insiden di sekolah tersebut, total korban jiwa akibat serangan Israel ke Iran dilaporkan melonjak menjadi 40 orang, menurut IRNA.

Fars juga melaporkan para pejabat senior Iran berada dalam kondisi selamat, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta kepala keamanan nasional Ali Larijani.

“Meskipun sumber-sumber Israel mengklaim telah menargetkan dan berhasil menyerang presiden dan para pemimpin senior Iran, sumber-sumber resmi di negara tersebut melaporkan bahwa para pejabat senior rezim, termasuk para pemimpin angkatan bersenjata, berada dalam kondisi kesehatan yang sempurna,” demikian laporan Fars.

Dewan Keamanan Nasional Iran mengimbau warga untuk meninggalkan ibu kota, Teheran. Dalam pernyataan resminya, badan tersebut meminta masyarakat tetap tenang dan melakukan perjalanan ke kota lain sejauh memungkinkan.

Di pihak lain, militer Israel mengklaim telah menyerang “ratusan sasaran militer Iran”, termasuk peluncur rudal, dalam operasi udara di Iran barat. Mereka juga menyatakan tengah berupaya mencegat potensi serangan balasan dari Iran.

Ledakan dilaporkan terdengar di berbagai wilayah Teheran pada Sabtu pagi, termasuk di University Street dan kawasan Jomhouri, menurut Fars. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, juga melaporkan ledakan di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara, serta serangan di sejumlah provinsi lain, termasuk Ilam di bagian barat Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi gabungan AS–Israel bertujuan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran terhadap rakyat Amerika.

“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut serangan rudal tersebut sebagai upaya “menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel”.

Seorang pejabat Amerika Serikat kepada Al Jazeera mengatakan operasi tersebut merupakan tindakan militer gabungan Israel dan AS. Dalam beberapa pekan terakhir, Washington dilaporkan mengerahkan kapal induk, jet tempur, kapal perusak berpeluru kendali, serta armada militer lainnya ke kawasan Timur Tengah guna menekan Iran terkait program nuklirnya.

Situasi di kawasan kini dilaporkan semakin tegang, dengan potensi eskalasi lanjutan antara kedua pihak. (*)

(Ruslan Sangadji)