MOROWALI, KAIDAH.ID – Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), terus memperkuat integrasi antara industri dan dunia pendidikan, dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan industri modern.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan, adalah melalui program magang dosen, yang memungkinkan akademisi terlibat langsung dalam ekosistem industri. Program ini, dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan praktik di lapangan.
Akademisi dari Politeknik ATI Makassar, Dr. Idi Amin, menilai program tersebut, sejalan dengan kebijakan link and match pendidikan vokasi industri. Ia menyebut, keterlibatan dosen di kawasan industri memberikan pemahaman nyata tentang proses produksi, teknologi, hingga sistem manajemen modern.
“Pengetahuan dari industri kemudian diterjemahkan ke dalam pembelajaran berbasis studi kasus dan simulasi, sehingga teori lebih kontekstual dan aplikatif,” jelasnya.
Di kawasan IMIP, para dosen berinteraksi langsung dengan berbagai aspek industri berskala besar, mulai dari rantai pasok global, otomasi, hingga pengelolaan lingkungan. Hal ini dinilai mampu mengubah cara mengajar dan pola pikir mahasiswa agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Selain memberi manfaat bagi dunia pendidikan, kolaborasi ini juga memberikan dampak positif bagi industri. Kehadiran akademisi membuka ruang pertukaran gagasan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor strategis.
HR Operation Head PT IMIP, Trisno Wasito, menegaskan, program magang dosen merupakan investasi jangka panjang. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dalam menghadapi perkembangan industri berbasis teknologi dan transisi energi global.
“Integrasi antara industri dan pendidikan adalah keharusan strategis. Ini memastikan pembelajaran tidak berhenti di teori, tetapi selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan,” jelasnya. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan