Oleh: Anwar Hafid / Gubernur Sulawesi Tengah
SETIAP empat tahun sekali, ketika Piala Dunia digelar, ada satu pemandangan yang selalu menarik perhatian saya. Di Indonesia, ribuan kilometer dari Buenos Aires, jutaan orang tiba-tiba mengenakan jersey biru-putih. Bendera Argentina berkibar di kampung-kampung, layar tancap dipasang di lapangan terbuka, dan kafe-kafe penuh oleh para pendukung yang rela begadang hingga dini hari demi menyaksikan tim Tango bertanding.
Saya termasuk salah satu dari mereka.
Fenomena ini bukan sesuatu yang baru. Jika menelusuri media sosial setiap kali Argentina bermain, dukungan dari masyarakat Indonesia begitu terasa. Di wilayah timur Indonesia, ribuan orang berkumpul dalam acara nonton bareng. Sorak-sorai menggema ketika Argentina mencetak gol. Saat mereka menang, konvoi kendaraan memenuhi jalan-jalan kota, seolah yang bertanding adalah tim nasional kita sendiri.
Lalu, Mengapa Argentina?
Jawabannya tidak sederhana. Dukungan kepada Argentina bukan hanya soal sepak bola. Tetapi soal cerita, emosi, dan sejarah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Saya belum pernah ke negara itu, saya hanya engenal Argentina sebagai negeri yang melahirkan para pesepak bola dengan sentuhan magis. Dari Mario Kempes yang membawa mereka meraih gelar juara dunia pertama pada 1978, Diego Maradona yang menciptakan legenda pada 1986, hingga Lionel Messi yang menyempurnakan kisah itu di Qatar pada 2022. Timnas Argentina bukan sekadar tim sepak bola. Mereka adalah kumpulan cerita tentang perjuangan, kegagalan, harapan, dan kebangkitan.
Mungkin itulah yang membuat begitu banyak orang Indonesia merasa dekat dengan Argentina. Mereka bukan tim yang selalu sempurna. Mereka pernah merasakan pahitnya kekalahan di final Piala Dunia 1990 dan 2014. Mereka pernah menyaksikan Messi berkali-kali gagal meraih trofi yang paling diimpikannya. Namun mereka tidak menyerah. Mereka terus bangkit hingga akhirnya berdiri di puncak dunia.
Bukankah Hidup Juga Seperti Itu?
Kita jatuh, kita gagal, kita kecewa. Tetapi kita terus melangkah. Karena itu, kisah Argentina terasa begitu manusiawi dan mudah diterima oleh banyak orang.
Hingga hari ini, Argentina telah tiga kali menjuarai Piala Dunia, yakni pada 1978, 1986, dan 2022. Mereka menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola dunia, sejajar dengan negara-negara tradisional seperti Brasil, Jerman, dan Italia.
Selain sejarahnya, saya juga menyukai cara Argentina bermain. Mereka tidak selalu memainkan sepak bola yang paling indah seperti Spanyol atau seefisien Jerman. Namun mereka bermain dengan hati. Ada kreativitas khas Amerika Selatan yang berpadu dengan disiplin taktik modern. Mereka mampu menguasai permainan, menyerang dengan cepat, dan bertarung hingga menit terakhir ketika keadaan sulit.
Di bawah pelatih Lionel Scaloni, La Scaloneta menjelma menjadi tim yang komplet. Mereka memiliki pertahanan yang kokoh, lini tengah yang pekerja keras, serta para penyerang yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Yang lebih penting, mereka memiliki mental juara yang telah teruji.
Lalu Bagaimana Peluang Mereka di Piala Dunia 2026?
Sebagai pemenang tiga kali piala dunia, Argentina tentu akan kembali menjadi salah satu unggulan utama. Persaingan memang tidak mudah. Belanda, Spanyol, Prancis, Brasil, Inggris, Maroko dan beberapa negara lainnya, juga memiliki kualitas yang luar biasa. Namun Argentina memiliki sesuatu yang tidak mudah diukur dengan statistik: pengalaman menjadi juara dan keyakinan bahwa mereka mampu melewati tekanan di panggung terbesar.
Saya melihat Argentina memiliki peluang besar untuk kembali melangkah jauh, bahkan mencapai final. Tantangan terbesar mereka mungkin bukan hanya kekuatan lawan, melainkan proses regenerasi setelah era Lionel Messi. Tetapi jika melihat kualitas skuad yang mereka miliki saat ini, Argentina tetap merupakan salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi pada 2026.
Pada akhirnya, alasan saya menjagokan Argentina, bukan semata-mata karena peluang mereka menjadi juara. Ada banyak tim hebat lain yang juga layak didukung.
Namun Argentina selalu membawa sesuatu yang lebih dari sekadar sepak bola. Mereka menghadirkan kisah tentang kerja keras, kesetiaan, dan keyakinan bahwa mimpi yang terus diperjuangkan pada akhirnya bisa menjadi kenyataan.
Karena itu, ketika lagu kebangsaan Argentina berkumandang dan jersey biru-putih memasuki lapangan, hati saya akan kembali berada di sana. Bersama jutaan orang Indonesia lainnya, saya akan menunggu kisah baru ditulis oleh La Albiceleste di panggung terbesar sepak bola dunia.
Dan jika ada yang bertanya siapa yang saya jagokan pada Piala Dunia 2026, jawabannya tetap sama seperti bertahun-tahun sebelumnya: Argentina. (*)
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan