Jumat, 12 April 2024

Dua Teroris MIT yang Tewas itu Bernama Rukli dan Ahmad Panjang

Perburuan kelompok teroris Poso ketika masih bernama Operasi Tinombala | Foto: Ochan/Kaidah

“Ada jejak yang ditinggalkan kelompok MIT. Itu memudahkan Lettu Inf. David Manurung mengendusnya hingga ke titik aman untuk menyergap,” kata Mayjen Richard Tampubolon mengisahkan.

Akhirnya, dengan cara yang senyap, tim Tricakti berhasil mendekati camp teroris. Sangat rahasia sehingga tidak ketahuan sama sekali. Padahal, Tim Tricakti itu sudah berada dalam jarak 500 meter dari camp teroris, sejak jam 10 malam di hari Sabtu, 10 Juli 2021. Tetapi penyergapan baru dilakukan pada Minggu, 11 Juli 2021 sekitar jam 3 dini hari.

Tim Tricakti terus mengendus di malam itu sampai jarak mereka tersisa 5 meter. Cuaca gelap disertai hujan, membuat jarak pandang Lettu Inf. David Manurung menjadi terbatas.

“Meski begitu, tim Tricakti masih dapat melihat lima anggota teroris sedang istirahat,” ceritanya.

Beberapa saat mengintai, Lettu Inf. David Manurung dan timnya dapat memastikan, lima orang yang beristirahat itu adalah target yang sedang diburu. Dor…. Dor… Dor… tembakan dilepaskan kea rah target. Tujuannya untuk melumpuhkan.

Lima anggota teroris itu tertembak. Dua orang tewas di tempat, yakni Rukli dan Ahmad Panjang. Sedangkan tiga teroris lainnya melarikan diri, dengan kondisi terluka.

“Dengan bersimbah darah, tiga teroris itu melarikan diri ke hutan,” kata dia. Kini, jenazah Rukli dan Ahmad Panjang belum dapat dievakuasi. Selain karena medan yang berat, juga karena cuaca sedang tidak bersahabat. Dua jenazah itu nantinya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi dan otopsi. (ochan)