Di sisi pembiayaan sektor produktif, perbankan terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga akhir Maret 2026, penyaluran kredit UMKM mencapai Rp20,88 triliun atau naik 16,14 persen dibandingkan Rp17,98 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Rasio NPL kredit UMKM masih terjaga di level 2,87 persen atau berada di bawah ambang batas lima persen,” kata Bonny.

Sementara itu, sektor industri keuangan nonbank juga mencatat pertumbuhan. Perusahaan pembiayaan menyalurkan dana sebesar Rp7,92 triliun atau meningkat 8,9 persen dibandingkan Maret 2025, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 2,39 persen.

Kinerja dana pensiun turut mengalami peningkatan. Total aset dana pensiun naik 5,66 persen menjadi Rp111,21 miliar, sedangkan nilai investasinya tumbuh 6,07 persen menjadi Rp109,24 miliar.

Di sektor pasar modal, jumlah investor di Sulawesi Tengah meningkat tajam. Hingga Maret 2026, jumlah rekening investasi atau Single Investor Identification (SID) mencapai 266.514 rekening, melonjak 69,42 persen dibandingkan 157.306 rekening pada Maret 2025.

Menurut Bonny, pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal. Kondisi itu juga didukung oleh berbagai program literasi dan inklusi keuangan serta penguatan perlindungan konsumen yang terus dilakukan OJK. (*)

(Ruslan Sangadji)