Saat ini kelapa sawit telah menjadi salah satu komoditas unggulan di Sulawesi Tengah, termasuk di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara yang juga berkembang sebagai kawasan pertambangan

PALU, KAIDAH.ID – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, ST., MM., IPU, mengajak petani kelapa sawit untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola kebun, terutama menghadapi tantangan banyaknya tanaman sawit yang telah memasuki usia tidak produktif.

Menurut Muhammad Neng, sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini kelapa sawit telah menjadi salah satu komoditas unggulan di Sulawesi Tengah, termasuk di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara yang juga berkembang sebagai kawasan pertambangan,” ujarnya saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas petani sawit di Kota Palu, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, luas perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Tengah saat ini mencapai sekitar 152 ribu hektare dengan produksi tandan buah segar (TBS) sekitar 462 ribu ton per tahun. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah banyaknya tanaman sawit yang telah berumur 20 hingga 25 tahun sehingga memerlukan program peremajaan agar produktivitas tetap terjaga.

Karena itu, Muhammad Neng meminta para peserta memanfaatkan pelatihan dengan sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di kebun masing-masing sekaligus dibagikan kepada petani lainnya di daerah asal.

Pelatihan tersebut diikuti 119 petani kelapa sawit dari Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Sebanyak 84 peserta berasal dari Morowali dan dibagi ke dalam tiga kelas, sedangkan 35 peserta lainnya berasal dari Morowali Utara yang mengikuti satu kelas.

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, 6–11 Juli 2026, menghadirkan dua materi utama, yakni Teknik Budidaya Kelapa Sawit serta Pengelolaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Perkebunan Kelapa Sawit.

Muhammad Neng juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta yang menjadi penyelenggara pelatihan bagi petani sawit dari Morowali dan Morowali Utara.

Pembukaan pelatihan turut dihadiri perwakilan BPDP, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta, Dinas Pertanian Kabupaten Morowali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali Utara, para instruktur, serta narasumber. (*)

(Ruslan Sangadji)