JAKARTA, KAIDAH.ID – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase bersama Wakil Bupati Abdul Sahid, Sekretaris Kabupaten Zulfinasran, menemui Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman, membahas penguatan kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya dalam membantu menunjang pembangunan daerah diberbagai sektor.

“Parigi Moutong salah satu daerah di Sulawesi Tengah masuk dalam program Transmigrasi di mulai sejak 1962. Masyarakat trans di daerah kami, memiliki kontribusi dalam perkembangan daerah,” kata Erwin Burase kepada Menteri Iftitah Sulaiman, Selasa, 3 Maret 2026.

Bupati Erwin menyampaikan, selama ini kawasan transmigrasi telah menjadi pilar penting pembangunan daerah dan berkontribusi besar terhadap sektor pertanian, perkebunan dan perikanan di Kabupaten Parigi Moutong.

Khusus kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, kata dia, memiliki potensi komoditas unggulan yang signifikan yakni durian dengan produksi 903,9 ton/tahun, kemudian subsektor tanaman pangan yakni padi 8.975 ton/tahun, kelapa dengan produksi 8.975 ton/tahun, kakao 2.437 ton/tahun, perikanan tangkap 8.134 ton/tahun, dan perikanan budidaya 2.759 ton/tahun.

“Potensi itu sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis agro-maritim,” ujarnya.

Di kesempatan itu ia juga menyampaikan sejumlah kendala dihadapi pemerintah daerah lama meningkatkan kesejahteraan dan infrastruktur transmigrasi yakni tingginya angka kemiskinan yang mencapai 117.432 jiwa.

Lalu kerusakan infrastruktur jalan sepanjang 192,75 kilometer dari total 330,61 kilometer jalan kawasan, kerusakan enam daerah irigasi dengan luas areal 1.008 hektare, termasuk terbatasnya akses permodalan dan kurangnya dukungan teknologi peralatan perikanan maupun pengolahan hasil pertanian.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi, supaya ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu Pemkab menawarkan sejumlah usulan kepada kementerian terkait yakni pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi, pembangunan Rumah Transmigrasi dan Jamban Keluarga (RTJK), sisa daya tampung (SDT), pembangunan jalan lingkungan kawasan, pembangunan tanggul abrasi pantai, pembangunan drainase tipe 70.

“Kemudian pengembangan kawasan ekonomi dan pemberdayaan sekitar perikanan maupun kelautan, wisata bahari, termasuk pengembangan koperasi nelayan Merah Putih,” ucap Erwin.

Menanggapi hal itu, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman merespons positif berbagai usulan tersebut dan seluruh proposal diajukan, akan dipelajari serta dibahas lebih lanjut di tingkat kementerian.

Di kesempatan itu ia mengarahkan pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, melalui fokus program pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

“Fokus Kementerian Transmigrasi adalah peningkatan produktivitas masyarakat dengan membuka lapangan kerja melalui pembangunan ekosistem ekonomi, seperti pengembangan desa modern,” kata dia.

Selain itu menteri juga meminta pemkab setempat memanfaatkan peluang investasi dari calon investor Tiongkok yang berminat menanam komoditas kelapa dengan kebutuhan lahan sekitar 2.000 hektare.

“Manfaatkan peluang ini. Kami meminta pemda dapat memfasilitasi kesiapan lahan sesuai ketentuan yang berlaku,” tandas Bupati Erwin Burase. (*)

(Ruslan Sangadji)