Total investasi pengembangan PLTP Bora Pulu mencapai 228 juta dolar AS atau sekitar Rp4,4 triliun (kurs Rp17.700), dengan kapasitas rencana 40 megawatt (MW). Pembangkit tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2033

SIGI, KAIDAH.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), memberikan kontribusi penerimaan daerah melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan bonus produksi sekitar Rp3,7 miliar per tahun.

Koordinator Penyiapan Program dan Wilayah Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Pandu Ismutadi mengatakan, pengembangan PLTP Bora Pulu juga diproyeksikan menyerap sekitar 175 tenaga kerja lokal.

“Ke depan, proyek PLPTSigi ini akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 175 orang,” kata Pandu, Kamis, 3 September 2026.

Ia mengatakan, pengembangan energi panas bumi di Sigi, tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah melalui penerimaan daerah dan penyerapan tenaga kerja.

Pandu menyebutkan, total investasi pengembangan PLTP Bora Pulu mencapai 228 juta dolar AS atau sekitar Rp4,4 triliun (kurs Rp17.700), dengan kapasitas rencana 40 megawatt (MW). Pembangkit tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2033.

Menurutnya, kapasitas 40 MW tersebut mampu memasok listrik secara andal selama 24 jam bagi sekitar 40.000 rumah tangga di Sulawesi Tengah, khususnya dalam sistem kelistrikan Sulawesi/Sulbagsel yang terhubung melalui Gardu Induk (GI) 150 kV Palu Baru (Sidera).

Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) Bora Pulu, mencakup area seluas 78.388 hektare yang melintasi Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Donggala.

“Total cadangan mungkin tercatat mencapai 123 megawatt, dan energi panas bumi ini bersifat base-load atau dapat beroperasi penuh 24 jam tanpa terpengaruh cuaca, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh daerah penerima,” jelas Pandu.

Sementara itu, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan keberadaan PLTP Bora Pulu, berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil melalui pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan penerimaan daerah, serta program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan badan usaha pengembang.

Pemerintah Kabupaten Sigi, kata Samuel, memberikan kemudahan dalam perizinan pendukung dan rekomendasi pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan proyek panas bumi tersebut.

“Tentunya pemerintah daerah memberikan kemudahan perizinan pendukung serta rekomendasi dari Bupati untuk proyek panas bumi di Kabupaten Sigi,” katanya.

Pemkab Sigi juga memfasilitasi dan mendampingi proses percepatan penyelesaian lahan pembangunan PLTP.

“Pendampingan sosialisasi lanjutan dalam rangka pembangunan infrastruktur jalan dan tapak sumur pengeboran sumur eksplorasi,” ujarnya.

Pelaksanaan PSPE panas bumi Bora Pulu menjadi bagian penting untuk membuktikan potensi dan cadangan panas bumi sebagai dasar pengembangan PLTP di Kabupaten Sigi.

Berikut daftar PLTP di Indonesia yang telah beroperasi tahun 2026:

  1. PLTP Salak (Jawa Barat) – Kapasitas ±377 MW, dioperatori oleh PT Star Energy Geothermal Salak.
  2. PLTP Sarulla (Sumatera Utara) – Kapasitas ±330 MW, dioperatori oleh Sarulla Operations Ltd.
  3. PLTP Darajat (Jawa Barat) – Kapasitas ±270 MW, dioperatori oleh Star Energy Geothermal.
  4. PLTP Kamojang (Jawa Barat) – Kapasitas ±235 MW, dioperatori oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).
  5. PLTP Wayang Windu (Jawa Barat) – Kapasitas ±227 MW, dioperatori oleh Star Energy Geothermal.
  6. PLTP Ulubelu (Lampung) – Kapasitas ±220 MW, dioperatori oleh PT Pertamina Geothermal Energy.
  7. PLTP Lahendong (Sulawesi Utara) – Kapasitas ±120,5 MW, dioperatori oleh PT Pertamina Geothermal Energy.
  8. PLTP Muara Laboh (Sumatera Barat) – Kapasitas ±85 MW, dioperatori oleh PT Supreme Energy Muara Laboh.

Daftar PLTP yang sedang dalam tahap pembangunan:

  1. Mataloko FTP-2 (Nusa Tenggara Timur): Berkapasitas 2×10 MW di Kabupaten Ngada dan menjadi salah satu proyek portofolio PLN yang dipamerkan untuk akselerasi energi bersih.
  2. PLTP Ulumbu Unit 5–6 (Nusa Tenggara Timur): Proyek pengembangan kapasitas tambahan panas bumi oleh PLN di wilayah Flores
  3. PLTP Lahendong (Sulawesi Utara): Proyek penambahan kapasitas sebesar 15 MW yang telah mencapai kesepakatan tarif dan bersiap memasuki tahap pengembangan lanjutan.
  4. PLTP Gunung Ungaran (Jawa Tengah): Memiliki potensi kapasitas sekitar 55 MW dan izinnya baru diterbitkan oleh Kementerian ESDM kepada PT PLN dan PT Telaga Ranu Geothermal untuk memulai tahap eksplorasi serta studi kelayakan dengan tetap memperhatikan kelestarian Candi Gedong Songo. (*)

(Ruslan Sangadji)