Capaian investasi dan pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan kuatnya aktivitas ekonomi Sulteng, terutama yang ditopang sektor industri pengolahan, pertanian, serta pertambangan dan penggalian

PALU, KAIDAH.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menegaskan, realisasi investasi di Sulteng pada semester I 2026 mencapai Rp68,70 triliun, atau 73,17 persen dari target tahunan sebesar Rp93,89 triliun.

GubernurAnwar Hafid mengatakan, capaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebesar Rp64,22 triliun.

“Realisasi investasi semester pertama tahun 2026 mencapai Rp68,70 triliun atau 73,17 persen dari target tahunan sebesar Rp93,89 triliun, yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM,” kata Anwar Hafid di Palu, Kamis, 3 September 2026.

Dibandingkan semester I 2025, realisasi investasi tersebut tumbuh sebesar 6,97 persen.

Sulteng Peringkat Keempat Nasional

Dalam peta investasi nasional, Sulteng menempati posisi keempat dengan kontribusi 6,8 persen dari total investasi nasional yang mencapai Rp1.010,6 triliun.

Realisasi investasi Sulteng didominasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp64,73 triliun atau 94,23 persen. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp3,96 triliun atau 5,77 persen.

Lima besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional ditempati DKI Jakarta sebesar Rp173,6 triliun, Jawa Barat Rp138,1 triliun, Jawa Timur Rp72,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp68,70 triliun, dan Banten Rp66,3 triliun.

Ekonomi Sulteng Tumbuh 6,64 Persen

Capaian investasi tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang tetap positif sepanjang semester I 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen dibandingkan triwulan II 2025.

Kepala BPS Sulteng Daryanto mengatakan, secara triwulanan, ekonomi Sulteng tumbuh 2,93 persen dibandingkan triwulan I 2026.

“Jika kita melihat secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 2,93 persen dibandingkan dengan triwulan I 2026,” katanya.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp119.514,68 miliar. Sedangkan berdasarkan harga konstan 2010, PDRB tercatat sebesar Rp59.123,38 miliar.

Secara kumulatif, ekonomi Sulawesi Tengah pada semester I 2026 tumbuh 6,64 persen dibandingkan semester I 2025.

Industri Pengolahan Dominasi Ekonomi

Struktur ekonomi Sulteng pada triwulan II 2026 masih didominasi industri pengolahan dengan kontribusi 44,37 persen.

Sektor berikutnya adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,60 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 13,79 persen.

Secara kumulatif, ketiga lapangan usaha tersebut menopang 73,75 persen dari total perekonomian Sulawesi Tengah.

Capaian investasi dan pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan kuatnya aktivitas ekonomi Sulteng, terutama yang ditopang sektor industri pengolahan, pertanian, serta pertambangan dan penggalian. (*)

(Ruslan Sangadji)