Puluhan tahun setelah mencatat prestasi di Tokyo, Harvey tetap aktif berkarya. Ia terlibat dalam proses reissue atau perilisan ulang sejumlah lagu lama, sekaligus melakukan rearrangement agar karya-karyanya dapat kembali dinikmati dalam kemasan musik yang lebih baru
JAKARTA, KAIDAH.ID – Ada fakta menarik dalam perjalanan musik Indonesia yang mungkin belum banyak diketahui publik. Penyanyi senior Harvey Malaiholo pernah mencatat prestasi di panggung internasional, dengan meraih penghargaan dalam World Popular Song Festival (WPSF) ke-13 di Budokan, Tokyo, Jepang, pada 1982.
Saat itu, Harvey mewakili Indonesia bersama Geronimo Singers dengan membawakan lagu Lady“, karya komponis Anton Issoedibyo. Penampilannya mengantarkan Harvey meraih Kawakami Special Award, salah satu penghargaan dalam festival yang digagas Yamaha Music Foundation tersebut.
Ajang itu diikuti peserta dari berbagai negara, termasuk Celine Dion yang mewakili Prancis melalui lagu Tellement J’ai D’Amour Pour Toi. Penyanyi asal Kanada, Bryan Adams, juga tercatat sebagai peserta.
Berawal dari Bintang Radio dan Televisi
Perjalanan Harvey di dunia musik telah dimulai jauh sebelum tampil di Tokyo.
Pada 1976, ia meraih juara pertama kategori pria dalam ajang Bintang Radio dan Televisi tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu titik penting, yang mengantarkannya ke panggung musik yang lebih luas.
Memasuki dekade 1980-an, Harvey dikenal sebagai salah satu penyanyi yang aktif mengikuti festival musik. Karakternya sebagai penyanyi dengan suara khas, serta penampilan berkumis tebal kemudian menjadi bagian dari identitasnya di industri musik Indonesia.
Lady dan Geronimo Singers
Dalam penampilannya di Tokyo, Harvey tidak tampil seorang diri. Ia didukung Geronimo Singers, yang antara lain beranggotakan Agustina Tetelepta, Yuliaty Tetelepta dan Rafika Duri.
Lagu Lady menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan musik pop Indonesia era 1980-an. Karya Anton Issoedibyo tersebut membawa nama Indonesia ke panggung World Popular Song Festival dan berhasil memperoleh Kawakami Special Award.
Tetap Berkarya
Puluhan tahun setelah mencatat prestasi di Tokyo, Harvey tetap aktif berkarya. Ia terlibat dalam proses reissue atau perilisan ulang sejumlah lagu lama, sekaligus melakukan rearrangement agar karya-karyanya dapat kembali dinikmati dalam kemasan musik yang lebih baru.
Harvey juga menggelar konser perayaan 50 tahun berkarya bertajuk I’m Still Here. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai salah satu penyanyi yang telah berkiprah selama puluhan tahun di industri musik Indonesia.
Selain musik, Harvey Malaiholo juga terlibat dalam sejumlah kegiatan publik yang berkaitan dengan seni dan penguatan ekosistem musik.
Prestasi di Tokyo pada 1982, menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya. Bagi musik Indonesia, momen tersebut menunjukkan bahwa penyanyi Indonesia, mampu tampil dan meraih penghargaan di panggung internasional bersama peserta dari berbagai negara, termasuk nama-nama yang kemudian dikenal luas di dunia musik. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan