Kebijakan LME di Birobuli Selatan Sangat Efektif. Lurah Bilang, Setelah Tes Massal Ketahuan Angka Positif Covid-19 Menurun Drastis

  • Bagikan
Aktivitas dapur umum di wilayah Lock Mikro Efektif (LME) Kelurahan Birobuli Selatan. Tampak Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Ridwan Mumu, sedang mengaduk nasi | Foto: Jator/Kaidah

“Kita menunggu saja keputusan selanjutnya dari Pak Wali dan Ibu Wawali. Biasanya selalu ada keputusan terbaik dalam setiap Rapat Koordinasi dan Evalusi Penanganan Covid-19 Kota Palu yang dilaksanakan setiap sore sampai malam harinya,” kata Lurah Birobuli Selatan.

PALU, KAIDAH.ID – Dapur umum di kawasan Lock Mikro Efektif (LME) Jalan Tangkasi, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan Kota Palu, telah dipindahkan ke Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga. Itu dilakukan, karena setelah dianalisis, angka positif di wilayah LME Birobuli Selatan mulai menurun. Wilayah LME di kelurahan itu adalah di Jalan Tangkasi, Jalan Mawas dan Jalan Kijang Selatan I,II, III dan IV.

“Dari 340 orang yang mengikuti tes antigen Selasa, 24 Agustus 2021 kemarin, hanya tiga orang yang terkonfirmasi positif sehingga harus menjadi isolasi mandiri,” kata Luruah Birobuli Selatan, Irma Astrid.

Sedangkan dari 17 orang di wilayah itu, yang sebelumnya sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Corona Virus, 10 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh sehingga tersisa tujuh orang, yang juga sudah mulai membaik.

“Maka total yang isoman saat ini di Jalan Tangkasi dan sekitarnya menjadi 10 orang, yaitu tujuh orang yang tersisa ditambah tiga orang yang baru dites Selasa kemarin itu,” kata Lurah Irma Astrid.

Atas dasar itulah, kata Lurah Birobuli Selatan, setelah dianalisis oleh sejumlah pihak, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dan Kota Palu memutuskan untuk memindahkan dapur umum itu ke Kelurahan Pengawu, yang dilaporkan angka penularan Covid-19 sedang meningkat.

Lurah Pengawu, Hapsanah yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, warganya yang terkonfirmasi positif saat ini tercatat sebanyak 31 orang. Tetapi boleh jadi, jumlah itu akan bertambah jika dilakukan testing.

“Itu yang tercatat, kita berharap jangan lagi bertambah, tetapi jumlah itu juga karena belum dilakukan testing massal di Pengawu,” kata Lurah Hapsanah.

  • Bagikan