Polisi Mulai Selidiki Kasus Pelecehan di KPI Pusat

  • Bagikan
ILUSTRASI - Foto ilustrasi | Ochan/Ochan

“Selanjutnya akan dibawa ke penyelidikan, nantinya akan dilakukan klarifikasi termasuk lima orang terlapor atau terduga pelaku pelecehan terhadap pria berinisial MSA itu,” kata Kombes Yusri Yunus.

JAKARTA, KAIDAH.ID – Kasus perundangan terhadap karyawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, ramai beredar di berbagai platform di media sosial. Lantaran itu, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, akhirnya mendatangi pelapor dan mengambil keterangan awal.

 Juru Bicara Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan itu. Dia mengatakan,  penyidik Polres Metro Jakarta Pusat juga telah mengambil keterangan awal dari korban MSA sebagai pelapor.

“Selanjutnya akan dibawa ke penyelidikan, nantinya akan dilakukan klarifikasi termasuk lima orang terlapor atau terduga pelaku pelecehan terhadap pria berinisial MSA itu,” kata Kombes Yusri Yunus.

MSA telah membuat pengakuan yang sangat mengejutkan atas perundungan yang ia alami di kantor KPI Pusat. Pengakuan MSA itu beredar luas di berbagai platform media sosial. MSA mengaku mendapat penindasan dan pelecehan yang dilakukan oleh tujuh orang pegawai KPI Pusat yang juga rekan kerjanya itu sejak 2012 sampai 2019.

“Pada 2015, saya ditelanjangi, tangan saya dipiting, dan alat vital saya dicoret-coret menggunakan spidol,” kata MSA..

MSA dalam rilisnya mengakui aksi pelecehan yang terjadi berulang itu, membuatnya trauma dan kehilangan kestabilan emosi dan sampai mengubah pola mental, stres dan merasa hina. Akibatnya, ia sering jatuh sakit dan mengalami hipersekresi cairan lambung akibat trauma dan stres. *

  • Bagikan