13 Fakta Penyelamatan Penumpang KM Simba 1 yang Patah Kemudi di Kepulauan Sula

  • Bagikan
PENYELAMATAN - Tim Sar Gabungan melakkan upaya penyelamatan penumpang kapal KM Simba 1 yang patah kemudi saat berlayar dari Sanana ke Ternate, | Foto: Basarnas Ternate

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Buhari Buamona mengimbau warga setempat agar mengurungkan niatnya untuk melaut sementara waktu, mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat. *

SANANA, KAIDAH.ID – Kapal penumpang KM Simba 1 dengan rute  Sanana, Kepulauan Sula ke Kota Ternate, Maluku Utara, mengalami patah baling-baling pada 8 September 2021. Akibatnya, kapal terombang-ambing di tengah laut depan Pulau Lifmatola.  Badan SAR Nasional (Basarnas) Ternate melaporkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah menjelaskan , saat peristiwa itu, posisi KM Simba 1 berada di koordinat 64,63 NM radian 49,7 ° dengan Kondisi Patah Kemudi. Tercatat ada 293 POB ((Pilot on Board)) atau kru dan penumpang di kapal itu.

Kini, semua penumpang telah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Sanana dalam keadaan selamat. Hanya enam orang saja yang harus dirawat, karena dalam kondisi lemas.

Berikut fakta peristiwa musibah yang menimpa KM Simba 1 yang dikutip dari malut.kaidah.id:1.

  1. KM Simba 1 berangkat dari Pelabuhan Sanana menuju Ternate pada 8 September 2021 pagi.

2. Sampai di sekitar Pulau Lifmatola, Sula, KM Simba 1 mengalami patah kemudi dan kapal terombang-ambing di laut.

3. Kapten  kapal mengabarkan kepada pihak otoritas pelabuhan mengenai patah kemudi itu dan butuh pertolongan segera

4. Posisi KM Simba 1 saat peristiwa itu berada di koordinat dengan jarak 64,63 NM radian 49,7 derajat

5. Basarnas Ternate menerima informasi awal, jumlah penumpang KM Simba 1 berjumlah 100 orang

6, Setelah didata kembali, ternyata jumlah penumpang dan kru kapal sebanyak 293 orang

7. Operasi penyelamatan terhadap POB KM Simba 1 dilakukan pertama kali oleh KM Barcelona pada 8 September 2021 jam 13.30 WIT, hanya saja upaya itu gagal karena gelombang tinggi mencapai dua meter dan angin yang sangat kencang.

8. Evakuasi tetap dilaksanakan dengan menggunakan perahu karet hingga pukul 19.30 WIT dan berhasil mengevakuasi sebanyak 180 orang penumpang.

9. Sekira pukul 02.05 WIT dinihari, KM Barcelona tiba di Pelabuhan Sanana dengan membawa para penumpang yang berhasil dievakuasi

10. Penumpang dan kru kapal yang masih tersisa di KM Simba 1 sebanyak 113 orang terdiri dari 100 penumpang (77 Laki-laki, 23 perempuan) dan 13 ABK.

11. Pada 9 September 2021 sekira jam 09.30 WIT, proses evakuasi kembali dilakukan oleh KM Permata Obi terhadap sisa penumpang KM Simba 1.

12. Pada saat yang sama, Basarnas menerima informasi dari Capt KRI Albakora 867, kalau mereka sedang dalam pelayaran menuju lokasi untuk bergabung dengan Tim SAR melakukan penyelamatan.

13, Plt. Kalak BPBD Kepulauan Sula, Buhari Buamona melaporkan, enam penumpang dalam kondisi lemas dan harus dirawat di rumah setempat.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Buhari Buamona mengimbau warga setempat agar mengurungkan niatnya untuk melaut sementara waktu, mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat. *

Berita ini telah dimuat di malut.kaidah.id

14 Fakta Operasi Penyelamatan KM Simba 1 yang Patah Kemudi Saat Menuju Ternate
Editor: Ruslan Sangadji
  • Bagikan