UIN Datokarama Palu Segera Selenggarakan Perkuliahan Tatap Muka

  • Bagikan
PERKULIAHAN TATAP MUKA - Universtas Islam Negeri Datokarama Palu segera menyelenggarakan Perkuliahan Tatap Muka dengan mematuhi protokol kesehatan seperti yang disyaratkan Kementerian Agama | Foto: Dokumentasi UIN Datokarma Palu

“Sesuai ketentuan Kementerian Agama, PTM dilakukan secara terbatas, sedangkan untuk wilayah dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 dan 2, hanya boleh diisi oleh 50 persen dari total kapasitas ruangan, sedangkan level 3 dan 4 dilakukan dengan jumlah 25 persen mahasiswa adalam setiap kelas,” katanya.

PALU, KAIDAH.ID – Dalam waktu yang tidak lama lagi, kampus II Universitas Islam Indonesia (UIN) Datokarama Palu di Pombewe, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, segera digunakan. Perkuliahan Tatap Muka (PTM) di kampus itu telah disiapkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama Palu, Abidin Djafar mengatakanpihaknya telah menggelar rapat perdana membicarakan pertemuan tatap muka, dengan merujuk pada ketentuan yang diterbitkan pemerintah pusat, salah satunya edaran Kementerian Agama.

“Sesuai ketentuan Kementerian Agama, PTM dilakukan secara terbatas, sedangkan untuk wilayah dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 dan 2, hanya boleh diisi oleh 50 persen dari total kapasitas ruangan, sedangkan level 3 dan 4 dilakukan dengan jumlah 25 persen mahasiswa adalam setiap kelas,” katanya.

Syarat lain yang ditekankan pemerintah dalam PTM secara terbatas, kata Abidin Djafar, yakni dosen dan mahasiswa dipastikan telah divaksin, serta penyediaan  sarana pencegahan Covid-19 seperti cuci tangan, masker dan alat pengukur suhu tubuh, serta pengaturan tempat duduk.

“Kami sudah  siap menyelenggarakan PTM dengan menghadirkan mahasiswa secara terbatas untuk kampus I di Kota Palu dan kampus II di Kabupaten Sigi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan UIN Datokarama Palu, Ahdar mengemukakan, semua sarana dan prasarana yang terbangun di kampus II, melalui skema pembiayaannya berasal dari SBSN dengan total 72 kelas.

Tetapi ada 24 kelas atau dua gedung yang rusak, karena dihantam gempa 28 September 2018 silam. Dengan begitu, yanga dapat digunakan tersisa 48 kelas.

“48 kelas di Kampus II itu dapat menampung sekira 1.440 mahasiswa,” ujarnya *.

  • Bagikan