Interkoneksi Listrik Kalimantan Sulawesi Terealisasi 2024. Berikut 6 Strategi PLN Antisipasi Oversupply Listrik

  • Bagikan
INSTALASI LISTRIK - Ilustrasi pekerjaan instalasi listrik | Foto: by TranBC is licensed under CC BY-NC-ND 2.0

JAKARTA, KAIDAH.ID –  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif mengatakan, pada 2024 mendatang, interkoneksi listrik di Pulau Kalimantan dan Sulawesi sudah terwujud sebagai bagian dari rencana pemerintah, untuk interkoneksi seluruh pulau besar, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Saat ini pemerintah sedang melakukan kajian untuk interkoneksi antarpulau atau disebut Super Great yang menghubungkan antara pulau besar di Indonesia,” katanya dalam pernyataam pers, Selasa, 5 Oktober 2021.

Menurut Menteri Arifin Tasrif, program interkoneksi tersebut selain meningkatkan keandalan, juga dapat mengatasi adanya oversupply dari sistem kelistrikan besar. Interkoneksi Sumatera ke Malaysia sudah dijadwalkan tanggal beroperasi atau commercial operation date (COD) pada 2030 mendatang.

“Sedangkan untuk interkoneksi dari Sumatera ke Singapura sedang dilakukan kajian dalam rangka mengekspor energi listrik yang bersih ke negara tersebut,” sebutnya.

Semenara itu, Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan, beberapa pembangkit program 35 gigawatt yang telah direncanakan sejak 2015 akan segera beroperasi. Itu akan berpotensi terjadinya oversupply, karena pasokan listrik yang tersedia dalam jumlah besar dengan demand yang rendah.

PLN, kata dia, telah menyiapkan enam langkah strategis dalam  upaya mengurangi risiko atau dampak kelebihan pasokan listrik tersebut, yakni:

  • Bagikan