Ahmad Ali: Pak Gub, Mereka Bukan Musuhmu, Tapi Rakyatmu

  • Bagikan
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali | Foto IG madtu_madali

PALU, KAIDAH.ID –  Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menyesalkan sikap Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura, yang tersulut emosi saat menghadapi pengunjuk rasa, yang datang mengadukan masalah perampasan lahan mereka oleh perusahaan perkebunan sawit di Morowali Utara dan Banggai.

Menurut Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu, Gubernur Rusdy Mastura harus lebih bisa menahan diri menghadapi situasi seperti itu.

“Pak Gub, mereka bukan musuhmu tapi rakyatmu, mereka butuh kebijakanmu, dengarkan mereka, karena sesungguhnya Bapak adalah pelayan, untuk rakyat. Bapak dipilih oleh mereka untuk melayani mereka. Tahan diri Pak Gubernur,” tulis Ahmad Ali di akun facebook, Kamis, 22 Oktober 2021, malam.

Ahmad Ali tidak hanya menulis kritikannya saja, tetapi juga disertakan dengan video saat Gubernur Rusdy Mastura terlibat adu mulut dengan pengunjuk rasa yang dimobilisasi oleh Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulteng itu.

Sedangkan di Instagram, Ahmad Ali yang memiliki akun bernama  @madtu_madali itu menulis: “Cerita apa ini.. ? Tahan diri Bapak Gubernur,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, status Ahmad Ali di akun Instagram yang telah tercentang biru itu, sudah memiliki 559 tayangan dalam satu jam.

Sebelumnya, FRAS Sulteng dan sejumlah petani berunjuk rasa ke kantor Gubernur Sulteng. Pada aksi tersebut Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura tersulut emosi dan nyaris terjadi baku hantam dengan pengunjuk rasa. Video aksi itu tersebar luas di media sosial dan sejumlah WhatsApp Group.

Dalam video yang berdurasi 34 detik itu, Gubernur terlihat emosi dan beradu mulut dengan pengunjuk rasa.

“Lihat mata saya. Saya tidak pernah takut dengan siapa-siapa ee. Kasih tunjuk berani sama saya?,” teriak Gubernur di hadapan pengunjuk rasa.

Karena tersulut emosi itu, Gubernur langsung di bawa ke mobilnya dan langsung pergi meninggalkan para pengunjuk rasa.

Gubernur tampak emosi, karena ada bahasa yang dianggap tidak sopan yang ditujukan kepada Gubernur Sulteng. *

  • Bagikan