Sabtu, 20 Juli 2024

Profil Tiga Orang Teroris Poso yang Masih Bersembunyi di Hutan

TERORIS POSO TEWAS - Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat memberikan keterangan pers tentang tewasbya seorang teroris Poso, Ahmad Panjang dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya, Selasa, 4 Januari 2022 | Foto: Humas Satgas Madago Raya

PARIGI, KAIDAH.ID –  Tewasnya salah seorang teroris yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, pada Selasa 4 Januari 2022, berarti teroris Poso yang masih bersembunyi di hutan tersisa tiga orang lagi.

Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas dan Suhardin alias Hasan Pranata. Berikut profil singkat tiga teroris yang masih tersisa tersebut:

1. Askar alias Jaid alias Pak Guru

Askar alias Jaid alias Pak Guru menjadi buronan Densus 88 Antiteror Polri Polri sejak 2014 silam. Askar adalah lelaki kelahiran 1988 dan lama bermukim di Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Dua tahun sebelum menjadi buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO), Askar telah bergabung dengan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) di Bima pada 2012, kemudian memilih hijrah ke Poso untuk memenuhi undangan dari Santoso, yang saat itu sebagai pimpinan MIT.

Sesampainya di Poso, Askar alias Jaid alias Pak Guru bersama dua orang lainnya, yakni Abu Alim alias Ambo dan Nae alias Galuh mulai berlatih ala militer  bersama kelompok teroris Poso tersebut.

Dibanding dua temannya, Askar alias Jaid yang berambut berombak panjang ini, dikenal ahli meracik dan merakit bom.