Jumat, 12 April 2024

Profil Tiga Orang Teroris Poso yang Masih Bersembunyi di Hutan

TERORIS POSO TEWAS - Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat memberikan keterangan pers tentang tewasbya seorang teroris Poso, Ahmad Panjang dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya, Selasa, 4 Januari 2022 | Foto: Humas Satgas Madago Raya

2. Nae Alias Galuh alias Mukhlas

Nae alias Mukhlas ini juga berasal dari Desa Dumu, NTB, lahir pada 3 April 1992. Ia juga bergabung dan aktif dengan Jamaah Ansharut Tauhid  pada 2012. Jamaah ini didirikan oleh  Abubakar Ba’asyir, mantan narapidana terorisme 2008.

Nae datang ke Poso dan bergabung kelompok teroris MIT pada 2014, karena diajak temannya yang bernama Abu Alim alias Ambo yang telah tewas tertembak oleh Satgas Madago Raya pada Sabtu, 17 Juli 2021 lalu di Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Di Poso, Nae mengikut latihan militer yang dipimpin Santoso di  Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Nae termasuk seorang yang istimewa di kelompok teroris itu, karena jago membaca peta dan menggunakan GPS.  

3. Suhardin alias Hasan Pranata

Suhardin alias Hasan Pranata ini diketahui sebagai orang yang tertua di kelompok teroris MIT saat ini. Pria kelahiran 26 Februari 1985 ini, sebelum bergabung dengan teroris MIT Poso, ia tinggal di Dusun Tanah Takko, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ia pernah terlibat  kasus kerusuhan Mamasa pada 2004 dan ditangkap dengan tuduhan kepemilikan senjata api dan akhirnya mendekam di penjara.

Setelah hukumannya selesai, Suhardin alias Hasan Pranata hijrah ke Poso dan menetap di Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso. Ia kemudian memilih bergabung dengan kelompok MIT saat dipimpin Santoso pada 2012.

Kini, ketiga teroris MIT Poso itu masih dalam pengejaran Satgas Madago Raya. Kapolda Sulteng, Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengimbau agar ketiganya dapat menyerahkan diri kepada Satgas Madago Raya. (*)