Sabtu, 20 Juli 2024

DMI Sulteng Bangun Rumah Muallaf di Sigi. Ahmad Ali: Seharusnya Jadi Tanggung Jawab Pemerintah

RUMAH MUALLAF - Ketua DMI Sulteng, Ahmad M. Ali saat melakukan peletakan batu pertama rumah tinggal para muallaf di Kampung Muallaf Desa Padende, Kabupaten Sigi, Sabtu 23 April 2022 | Foto: Kominfo DMI Sulteng

SIGI, KAIDAH.ID – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Tengah, membangun sejumlah rumah tinggal untuk para muallaf di Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Lokasi itu disebut sebagai kampung muallaf. Satu-satunya yang ada di Sulawesi Tengah.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah para muallaf itu, sudah dilakukan pada Sabtu, 23 April 2022 sore, oleh Ketua DMI Provinsi Sulawesi Tengah, Ahmad M. Ali bersama sejumlah pengurus DMI lainnya.

Selain pengurus DMI yang hadir di acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu, hadir pula Kepala Desa Padende, Yayasan Sahabat Masjid, warga kampung mualaf Desa Padende, petinggi PLN dan pihak Bank Syariah Indonesia.

Pihak PLN akan segera melakukan penyambutan aliran listrik, sedangkan pihak Bank Syariah Indonesia akan membantu untuk usaha ekonomi masyarakat setempat.

Selain membangun rumah tinggal, DMI Sulteng juga membagi-bagikan bingkisan sembako kepada 105 jiwa warga atau 33 kepala keluarga muallaf di Desa Padende itu.

“Ini ada bingkisan sarung dan baju koko Dewan Masjid Indonesia untuk imam dan pegawai syara yang ada di sini,” sebut Ahmad M Ali saat memberikan secara simbolis kepada Imam Masjid Kampung Mualaf Desa Padende.

Legislator Partai Nasdem itu menuturkan, sebanyak 33 kepala keluarga di Kampung Mualaf Desa Padende ini hidup tidak layak.

“33 KK ini, semuanya hidup di rumah yang sangat tidak layak. Padahal seharusnya ini menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan sandang papan bagi masyarakatnya,” jelas Waketum Partai Nasdem tersebut.

“Kehadiran DMI hari ini tentunya ingin berbagi bersama-sama dengan masyarakat yang ada di sini sekaligus ingin mengajak para dermawan yang ada di Sulteng,” tambah Ahmad M. Ali. (*)