Sigi Pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan New Normal Tingkat Nasional

  • Bagikan
Kepala BP3D, Sutopo Sapto Condro, mewakili Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata menerima piagam penghargaan dan dana insentif daerah senilai Rp3 miliar dari Mendagri | Foto: Kaidah/Humas Kemendagri

JAKARTA – Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, ditetapkan sebagai pemenang pertama Lomba Inovasi Daerah Tatanan New Normal, Produktif dan Aman Covid-19, yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Kemenangan kabupaten yang dipimpin Mohammad Irwan Lapata itu diumumkan pada Senin 22 Juni 2020 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri.

Menghadapi penerapan new normal, Kemendagri menggelar lomba tersebut yang dibagi dalam tujuh sektor, yaitu sektor pasar tradisional, pasar moderen, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi umum, serta sektor tempat pelayanan terpadu satu pintu. Tujuh sektor itu dilombakan untuk empat klaster daerah, yakni klaster provinsi, kabupaten, kota, dan kabupaten tertinggal.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sigi (BP3D), Sutopo Sapto Condro, mewakili Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata menerima piagam penghargaan dan dana insentif daerah senilai Rp3 miliar.

“Prestasi ini merupakan salah satu kado terindah bagi perayaan HUT Sigi yang ke 12,” kata Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata.

Dengan berlatar lokasi wisata paralayang di Desa Matantimali, Kecamatan Marawola, Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi bekerjasama dengan Palufoto Citra Visual berhasl mempresentasikan video terbaik tentang penerapan new normal.

“Prestasi ini merupakan salah satu kado terindah bagi perayaan HUT Sigi yang ke 12,” kata Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata.

Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, ditetapkan sebagai pemenang pertama Lomba Inovasi Daerah Tatanan New Normal, Produktif dan Aman Covid-19, yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia | Foto: Kaidah/Humas Kemendagri

Dalam sambutannya, Mendagri, Muhammad Tito Karnavian mengatakan, berbagai ahli kesehatan baik nasional maupun internasional menyampaikan, pandemi Covid-19 ini tidak berakhir dengan segera. Oleh karena itu, dunia harus dapat beradaptasi dengan pandemi ini dan melakukan upaya inovasi dengan tatanan baru, yang oleh Presiden Joko Widodo mengistilahkannya sebagai tatanan kehidupan baru yang produktif, aman Covid-19.

“Sebagai sesuatu yang baru, tatanan ini memerlukan pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Prakondisi ini dilakukan dengan protokol kesehatan dalam berbagai sektor kesehatan dengan simulasi-simulasi,” kata Mendagri.

Prakondisi itu diinisiasi terutama oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga, juga oleh pemerintah daerah di semua tingkatan. Tujuannya, agar terjadi gerakan nasional kebersamaan menuju tatanan baru tersebut. *

  • Bagikan