Kamis, 29 Februari 2024

Wapres Soft Launching Sulteng Negeri Seribu Megalit

Wapres KH Ma'ruf Amin melakukan shoft launching Sulteng Negeri Seribu Megalit, Selasa, 3 Oktober 2023 di Palu | Foto: Setwapres

PALU, KAIDAH.ID – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin melakukan peluncuran terbatas (soft launching) Sulawesi Tengah Negeri Seribu Meglit pada Selasa, 3 Oktober 2023 di Kota Palu.

Dalam soft launching itu, Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, pariwisata budaya sejarah, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satunya, pariwisata budaya Megalit di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Ini merupakan sebuah refleksi peradaban masa lalu, yang sarat dengan nilai-nilai budaya, agama, hingga kemanusiaan,” kata Wapres.

Oleh karena itu, Wapres Ma’ruf Amin, perlu tiga langkah strategis untuk semakin meningkatkan pariwisata berkearifan lokal, baik yang berbasis sejarah maupun pariwisata lain di berbagai daerah.

Wapres menyebutkan, tiga strategi itu adalah, pertama; akselerasi pengembangan destinasi wisata ramah muslim lewat ekosistem terpadu.

“Maka perlu didukung penyiapan sumber daya manusia pariwisata yang tanggap, adaptif, dan mumpuni,” kata Wapres.

Strategi kedua, Wapres mengingatkan agar memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi yang efektif, serta didukung dengan narasi kuat yang mengedepankan wisata budaya sejarah Megalit sebagai peradaban dunia.

Kemudian strategi ketiga; Wapres meminta agar seluruh upaya pengembangan pariwisata, tidak boleh melupakan masyarakat sekitar, agar nantinya perekonomian warga akan turut berkembang, seiring kemajuan di sektor pariwisata sebuah wilayah.

“Gandeng semua pemangku kepentingan untuk menyiapkan Negeri Seribu Megalit sebagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah, sehingga dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah,” imbau Wapres.

Sebelumnya, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura memaparkan, julukan Sulteng Negeri Seribu Megalit, karena dalam rangka mempromosikan kemegahan kawasan cagar budaya Megalitikum yang tersebar di tiga lokasi di Kabupaten Poso, yakni di Lembah Napu, Lembah Behoa, dan Lembah Bada dan di Kabupaten Sigi.

“Kami berharap, semoga pencanangan ini dapat mempercepat penetapan Kawasan Arkeologi Zaman Prasejarah Megalitikum sebagai warisan dunia oleh UNESCO,” kata Gubernur.

Dia melanjutkan, dengan begitu, sekaligus dapat memberi manfaat bagi kemajuan dunia pariwisata dan investasi di Sulteng dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk mewujudkan visi Gerak Cepat Menuju Sulteng uyang Lebih Sejahtera dan Maju.

Hadir dalam acara ini, Gubernur Rusdy Mastura, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah, Bupati Sigi Mohammad Irwan, dan para peserta Rakornas Afirmasi PPDT dari berbagai daerah.

Sementara Wapres didampingi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika.

Kemudian Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S.

Selanjutnya Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah M. Imam Azis, dan Tim Ahli Wapres Farhat Brachma. (*)