MOROWALI, KAIDAH.ID – Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafid mendesak Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), segera memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Desakan itu berdasarkan aspirasi yang disampaikan Pj Bupati Morowali Rachmansyah Ismail, saat menghadiri Kunjungan Kerja Komisi V ke Morowali, Rabu, 4 Oktober 2023 lalu.

“Aspirasi itu harus menjadi satu di antara prioritas Kemenhub RI. Bandara Morowali ini, satu bandara kecil di kawasan timur Indonesia, tapi sangat padat. Jadi, perlu perpanjangan runway,” tegas Anwar Hafid.

Lantaran itu, Ketua Partai Demokrat Sulteng itu berharap, Kemenhub RI segera memberi solusi atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Pj. Bupati Morowali tersebut.

Menurutnya, jika landasan pacu Bandara Morowali itu sudah diperpanjang, secara otomatis pihak maskapai sudah dapat menggunakan pesawat Boeing, untuk dapat melayani penumpang pergi dan datang dari bandara di daerah penghasil nikel tersebut.

“Kita semua tahu, ada kawasan industri besar di Morowali sehingga lalulintas keluar masuk orang ke daerah itu juga padat. Tetapi kondisi bandara masih belum syarat ideal,” jelas anggota DPR dari daerah pemilihan Sulteng itu.

Kehadiran pesawat berbadan besar di bandara tersebut, kata Anwar Hafid, juga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Selain penumpang, keluar masuk barang juga dapat berlangsung dengan cepat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V Andi Iwan Aras menambahkan, pentingnya perbaikan fasilitas dalam rencana perpanjangan landadsan pacu Bandara Morowali.

“Kita mendorong, supaya Kemenhub dapat melakukan pelebaran atau perpanjangan runway, kemudian peningkatan fasilitas lainnya sehingga pesawat berbadan besar sudah dapat mendarat,” tandas bakal calon Gubernur Sulteng 2024 tersebut.

TENTANG BANDARA MOROWALI

Bandar Udara Morowali terletak di Desa Umbele, Kecamata Bumi Raya, dibangun dengan dana APBD 2007 atas inisiatif bupati saat itu, Anwar Hafid. Inisiatif itu mendapat Rekomendasi Gubernur Sulteng Nomor 553.2/133/DISHUB.GST/2006 tanggal 5 Juli 2006.

Pada 2010 Pembangunan Bandar Udara Morowali dilanjutkan dengan pembangunan fisik, baik dari sisi udara (Landasan pacu, taxiway dan apron) maupun sisi darat (Terminal penumpang dan gedung perkantoran).

Pembangunan itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI dengan dana APBN.

Pendaratan perdana sebagai uji coba di Landas Pacu Bandar Udara Morowali adalah pesawat terbang Indonesia Air dengan kapasitas 40 orang penumpang milik PT. Vale pada Sabtu, 27 Mei 2017 yang disaksikan langsung oleh Bupati Morowali ketika itu Anwar Hafid dan jajaran Pemkab Morowali, tokoh agama dan masyarakat Desa Umbele.

Bandara Morowali diresmikan oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Ahad tanggal 23 Desember 2018. (*)