Sabtu, 13 Juli 2024

Muslim Belgia, Kebijakan Negara yang Berpihak

Masjid Agung Brussels | Foto: goodnewsfromindonesia

BELGIA, Satu di antara enam negara pendiri Uni Eropa. Brussel menjadi ibu kota dari negara tersebut. Negara ini terselip di jantung Eropa Barat, yang berbatasan dengan Belanda, Jerman, Luksemburg, Prancis, dan Laut Utara.

Negara yang memesona ini, memiliki luas wilayah 30.528 km2 dan menjadi rumah bagi lebih dari 11,5 juta orang. Juga menjadi salah satu peserta Piala Eropa yang sedang bergulir saat ini.

Belgia dibagi menjadi tiga wilayah yang sangat otonom – Flanders, Wallonia, dan Wilayah Ibu Kota Brussel – permadani budaya yang kaya, keanekaragaman bahasa, dan warisan artistik Belgia membuatnya menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Eropa.

Tetapi jangan salah, Belgia menjadi negara yang sangat ramah terhadap Agama Islam. Pertambahan populasi muslim yang cukup signifikan di Belgia. Sebanyak 879.377 penduduknya merupakan penganut Islam (data tahun 2022).

Di negara kerajaan di wilayah Eropa Barat ini, Islam berkembang pesat. Pada 2023, enam persen warganya beragama Islam. Tidak hanya sekadar populasi yang terus bertambah, Islam di Belgia pun kini semakin diterima masyarakat.

Muslim pertama yang datang ke Belgia diperkirakan ada setelah Perang Dunia II. Karena perkembangannya yang cukup baik, Mukhtar Islam Eropa pun sempat digelar di Brussel, ibukota Belgia pada tahun 1980.

Tidak hanya itu, perhatian pemerintah setempat terhadap umat Islam pun semakin baik. Pihak kerajaan secara resmi mengakui keberadaan agama Islam dengan membuat sejumlah kebijakan, yang sangat berpihak pada komunitas muslim.

Mengutip Jakarta Islamic Center, kebijakan itu antara lain:

Pertama, pelajaran tentang Agama Islam menjadi salah satu bidang studi resmi yang diajarkan di sekolah-sekolah milik Pemerintah Belgia.

Kedua, Pemerintah Belgia juga berkewajiban menyiapkan anggaran dan tenaga pengajar Agama Islam di setiap sekolah yang ada pelajar muslimnya.

Ketiga, orang Islam diperbolehkan membangun masjid, mushalla atau Islamic Centre. Jumlah masjid dan Islamic Centre yang bertebaran di berbagai kota di Belgia sekitar 300 buah (di kota Broxelle saja terdapat 40 buah masjid, musolla dan Islamic Centre).

Keempat, orang Islam diperbolehkan menggunakan foto berjilbab pada kartu tanda penduduk (KTP), passport dan surat surat resmi lainnya.

Kelima, kaum muslimin dibenarkan melaksanakan pemakaman jenazah secara Islam, meskipun sampai sekarang belum ada tempat khusus untuk pemakaman Islam. Akhirnya, tidak sedikit orang Islam yang meninggal, langsung diterbangkan ke negara asalnya untuk dimakamkan.

Beberapa tahun sebelumnya, Pendidikan Agama Islam juga dimasukkan ke dalam kurikulum. Guru-guru Islam telah mendapatkan kedudukan yang baik, dan mendapat gaji dari pemerintah.

Pendidikan Agama Islam yang masuk kurikulum resmi di negara itu adalah Al Quran, Bahasa Arab, dan Ilmu Agama Islam. Kurikulum tersebut berlaku bagi pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA.

Muslim Belgia umumnya tinggal di kota-kota besar seperti Brussell, Charleroi dan lainnya. Meski kebanyakan merupakan imigran dari beberapa negara Islam dan Arab, namun sebuah penelitian menyebut, setiap seribu warga muslim, terdapat tiga atau empat muslim asli Belgia.

Hampir 90 persen muslim Belgia adalah pekerja imigran. Hanya 5 persen yang berstatus sebagai mahasiswa. 60 persen rata-rata usia mereka berkisar 25 tahun ke bawah. Artinya, banyak kalangan muda yang memeluk Islam.

JEJAK PERADABAN ISLAM TERTUA DI BELGIA

Great Mosque of Brussels atau Masjid Agung Brussels, terletak di kawasan elit Komplek Cinquantenaire Park, Brussels, yang tak jauh dari markas besar Uni Eropa.

Great Mosque of Brussels Masjid ini adalah masjid tertua di Belgia. Selain berarsitektur cantik, masjid ini memiliki sejarah yang yang menarik.