Heboh, Mantan Pejabat TNI di Palu Terkonfirmasi Positif Korona

  • Bagikan

PALU – Ahad, 7 Juni 2020, publik Sulawesi Tengah (Sulteng) dibuat heboh, dengan pengumuman Pusdatin Covid-19 Provinsi Sulawesi Tengah mengenai 16 warga Palu yang terkonfirmasi positif korona.

Sesaat setelah pengumuman pada Ahad sore itu, berseliweranlah foto dan nama mereka yang terkonfirmasi positif korona itu di laman media sosial dan group-group WhatsApp.

Foto yang paling banyak beredar adalah saat acara pisah sambut Komandan dari Korem 132/Tadulako, Kolonel Inf. Agus Sasmita yang berlangsung di Gedung Pogombo, kantor Gubernur Sulteng, Sabtu, 6 Juni 2020 malam.

Beredarnya foto tersebut bukan tanpa alasan, sebab Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Dokter Husaema menyatakan ada 16 orang di Kota Palu terkonfirmasi positif korona berdasarkan hasil swab. Di antaranya adalah mantan Danrem Kolonel Agus Sasmita, keluarga dan ajudannya.

Lantaran itulah sehingga foto-foto acara pisah sambut itu akhirnya beredar luas. Tampak dalam foto ada Gubernur Longki Djanggola, Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin, Bupati Sigi Muhammad Irwan Lapata, Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai, anggota DPRD Sulteng, Budi Luhur, Ketua MUI Sulteng, HS Ali Aljufri, Walikota Palu, Hidayat dan masih banyak yang lain.

Suasana semakin heboh, karena oramg-orang yang terlihat di dalam foto itu sudah berinteraksi dengan sejumlah orang lainnya sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.

Lantas di mana Kolonel Agus Sasmita terjangkit korona? Sulit menjawab pertanyaan tersebut secara pasti. Yang dapat dilakukan hanyalah melihat jejak perjalanannya, kemudian melahirkan dugaan.

Direktur Rumah Sakit Umum Anutapura Palu, Dokter Hery Mulyadi kepada kaidah.id mengatakan, Kolonel Agus Sasmita sebelumnya dari Manado untuk menghadiri acara serah terima jabatan Danrem 132 Tadulako.

“Kemungkinan terjangkit saat beliau di Manado itu,” kata Dokter Hery Mulyadi.

Sedangkan pejabat lainnya yang telah berinteraksi dengan Kolonel Agus Sasmita, dikabarkan telah melakukan tes rapid dan hasilnya non reaktif. Meski begitu, mereka tetap disarankan untuk melakukan tes swab. ***

  • Bagikan