Jumat, 02 Desember 2022

Ungkapan Duka Presiden FIFA atas Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

GAS AIR MATA - Petugas polisi tertangkap kamera sedang menembakan gas air mata ke arah penonton di Stadion Kanjuruhan, usai pertandingan derby Jawa Timur, Persebaya dan Arema Malang | Foto: ist

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan rasa dukanya atas tragedi di Stadion Kanjuruhan saat pertandingan derby Jawa Timur, antara Persebaya Surabaya dan Arema Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.

“Dunia sepak bola sedang shock menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” kata Infantino seperti yang dikutip dari laman resmi FIFA.

“Ini adalah hari yang gelap untuk semua yang terlibat di dunia sepak bola. Ini adalah tragedi di luar pemahaman. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman para korban yang telah kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini,” ungkapnya.

Infantino menyatakan peristiwa itu merupakan hari berkabung untuk sepak bola di dunia.

“FIFA dan komunitas sepak bola global, pikiran dan doa kami sekarang bersama para korban meninggal dan terluka. Kami juga bersama dengan rakyat Republik Indonesia, Konfederasi sepak Bola Asia, Asosiasi Sepak Bola Indonesia dan Sepak Bola Indonesia di momen yang sulit ini,” katanya.

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai duel derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya. Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persebaya.

Akibat tragedi itu, korban meninggal dunia yang sudah terkonfirmasi sebanyak 130 jiwa dan ratusan lainnya masih dirawat karena terluka. (*)