Perempuan di Sigi Panen Kangkung Organik

  • Bagikan
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi, Hazizah M. Irwan saat panen perdana kangkung organik |Foto: Kaidah/Distan Sigi

SIGI – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah , Rahmad Iqbal Nurhalish menyebutkan untuk ketersediaan sayur-sayuran di Sigi mengalami surplus di masa pandemi Covid-19.

“Kita surplus sebanyak 1.446 ton dari total produksi 13.395 ton, dengan ketersediaan 12.909 ton dari 11.463 ton kebutuhan,” sebutnya.

Menurutnya, beberapa hari  lalu, kelompok tani perempuan Sintuvu Maroso di Desa Maku Kecamatan Dolo, berhasil panen kangkung organik yang dihadiri Ketua TP. PKK Kabupaten Sigi Hazizah M Irwan.

Kangkung organik yang dikelola oleh kelompok tani perempuan itu, salah satu  kegiatan yang didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sigi untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga dimasa pandemi Covid-19.

“Hanya dengan waktu 20 hari, mereka sudah bisa panen kangkung organik,” katanya.

Dia berharap agar kegiatan penanaman sayur tersebut bisa terus dilakukan, dengan membangun kebun bibit untuk memenuhi ketersediaan pasokan bibit tanaman sehingga usaha budidaya pertanian bisa berkesinambungan.

Ketua Kelompok Tani Perempuan.  Risnawati, mengatakan, kangkung organik yang mereka tanam itu, tumbuh dengan  baik. Sayur kangkung yang ditanam. mulai sebar benih sampai panen hanya sekitar 17 – 20 hari.

“Hasilnya sangat bagus dan segar,  saya sudah coba memasaknya dan tidak butuh waktu lama. Rasanya lebih segar dan gurih dibandingkan sayur yang saya beli,” katanya.

Dia menambahkan setelah panen, mereka segera akan menanam lagi, karena hasil panen perdana, dibagikan kepada tetangga supaya bisa merasakan hasil panen sayur organik. Ke depan, sebagian dari hasil panen akan dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

”Kami menggunakan pupuk organik. Pupuknya kami siapkan sendiri dari hasil fermentasi kotoran ternak dengan EM4 dan arang sekam padi,” kata Risnawati.

Kabupaten Sigi sekalipun merupakan daerah yang terparah akibat dampak bencana alam gempa bumi dan likuifaksi pada 2018 lalu, tapi terus melakukan pembenahan dan pembangunan. Salah satu yang didorong untuk percepatan pembangunannya adalah saluran irigasi yang sebelum bencana merupakan sumber air bagi lahan-lahan pertanian di Sigi.

Informasi yang disampaikan oleh Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Sigi menyebutkan seluas 1.000 hektar lahan sudah dapat terairi kembali dari target 7.000 hektare. Harapannya, ke depan terus bertambah hingga targetnya bisa tercapai agar usaha pertanian bisa kembali berjalan dengan baik. *

  • Bagikan