JAKARTA, KAIDAH.ID – Istana Negara menepis dugaan bahwa minuman yang disajikan kepada Presiden Prabowo Subianto, saat jamuan kenegaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengandung alkohol. Pihak Istana memastikan minuman tersebut adalah jus apel berkarbonasi alias sparkling apple cider yang bebas alkohol.
“Itu sparkling apple cider, 100 persen juices,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kepada jurnalis, menanggapi kehebohan di media sosial, Kamis, 29 Mei 2025.
Teddy menjelaskan, dalam tradisi jamuan makan malam kenegaraan di sejumlah negara, momen bersulang umumnya dilakukan dengan anggur atau minuman beralkohol. Namun, dalam jamuan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu malam, 28 Mei 2025, Presiden Prabowo dan para tamu menikmati jus apel berkarbonasi sebagai pengganti wine.
“Minuman itu memang kerap dipilih untuk momen bersulang, karena tidak mengandung alkohol, tetapi tetap memberikan kesan formal,” ujarnya.
Selain soal minuman, momen jamuan kenegaraan yang berlangsung dalam suasana akrab itu juga menarik perhatian publik. Presiden Macron sempat bernyanyi bersama Presiden Prabowo, didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Suasana tersebut dibagikan melalui unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Kamis kemarin.
Dalam unggahan tersebut, terlihat pula Presiden Prabowo, putranya Didit Hediprasetyo, Presiden Macron, serta Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, tengah melihat koleksi foto bilateral kedua negara.
Macron juga terlihat menyalami Seskab Teddy Indra Wijaya, dan bahkan bertemu dengan kucing peliharaan Prabowo, “Bobby Kertanegara”, yang disebut sebagai “kucing kenegaraan”.

Jamuan makan malam tersebut merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden Prancis dan Ibu Negara Brigitte Macron ke Indonesia, sebagai bentuk penghormatan atas hubungan bilateral yang semakin erat.
Presiden Prabowo dalam sambutannya, menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya dapat menerima Presiden Macron di Jakarta. Menurut Presiden Prabowo, hubungan Indonesia dan Prancis terus tumbuh kuat, mencakup sektor pertahanan, kebudayaan, hingga kerja sama Indo-Pasifik.
Presiden Macron menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterimanya. Ia mengatakan, pengaruh budaya Indonesia terhadap tokoh-tokoh besar Prancis, seperti penyair Arthur Rimbaud dan komponis Claude Debussy, serta mengungkap kekagumannya terhadap kearifan lokal Indonesia.
“Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit,” ujar Macron dalam bahasa Indonesia, yang disambut tepuk tangan hadirin.
Usai rangkaian acara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu 28 Mei 2025, Presiden Prabowo mengajak Macron berkunjung ke Akademi Militer (Akmil) Magelang dan Candi Borobudur di Jawa Tengah, Kamis, 29 Mei 2025. Kunjungan ke Borobudur disebut sebagai permintaan langsung dari Presiden Macron.
Kunjungan kenegaraan Presiden Prancis ke Indonesia pada 27—29 Mei 2025, merupakan bagian dari lawatan diplomatiknya ke kawasan Indo-Pasifik, termasuk Vietnam dan Singapura. (*)
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan