JAKARTA, KAIDAH.ID – Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjadi Ketua RT di sebuah perkampungan padat yang unik, karena mayoritas warganya juga bernama Bambang. Peran tersebut ia lakoni dalam film drama komedi bertajuk Tajir Melintir garapan sutradara Ariyo Wahab.
Meski bergenre komedi, film ini mengangkat isu serius tentang bahaya pinjaman online (pinjol), judi online (judol), dan bank keliling ilegal (bangke) yang marak menjerat masyarakat ekonomi lemah.
“Tajir Melintir meskipun dibungkus dengan komedi, mengandung pesan moral yang kuat tentang pinjol dan judol,” kata Wakil Ketua Partai Golkar itu.
“Melalui seni, kita bisa menyentuh hati masyarakat dengan cara yang lebih membumi,” kata Bamsoet saat menerima tim produksi film Tajir Melintir di Jakarta, Jumat, 18 Juli 2025.
Dalam film tersebut, Bamsoet yang juga anggota DPR RI itu berperan sebagai Ketua RT bernama Bambang. Ia akan beradu akting dengan politisi senior Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) yang direncanakan memerankan Ketua RW, juga bernama Bambang.
Film berlatar di kampung fiktif “Kampung Bambang”, tempat di mana sebagian besar warganya memiliki nama yang sama.
Menurut Bamsoet, film ini menjadi sarana efektif, untuk menyampaikan pesan literasi keuangan secara ringan namun berdampak.
Ia mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan, pinjaman aktif fintech lending mencapai lebih dari Rp60 triliun dengan 26 juta peminjam. Sementara lebih dari 7.000 pinjol ilegal telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital RI, namun terus bermunculan.
“Transaksi judi online bahkan telah menembus Rp 327 triliun. Korbannya bukan hanya orang dewasa, tapi juga pelajar, ibu rumah tangga, dan buruh. Ini sudah menjadi ancaman sosial,” tegas Bambang Soesatyo.
Film Tajir Melintir diproyeksikan bukan sekadar hiburan, melainkan media edukatif yang relevan dengan realitas masyarakat.
Hadir dalam pertemuan itu Executive Producer Dedy Abdurachman, Bambang Dirgantoro, Petrus Hariyanto, serta sutradara Ariyo Wahab. Produksi film direncanakan dimulai dalam waktu dekat. (*)
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan