PATI, KAIDAH.ID – Bupati Pati, Sudewo, menegaskan tidak akan mengundurkan diri, meski ribuan warga menggelar demonstrasi besar di Pati, Jawa Tengah, Rabu, 13 Agustus 2025, untuk menuntutnya mundur. Sudewo berdalih, dirinya dipilih rakyat secara konstitusional sehingga tidak bisa diberhentikan hanya karena tuntutan massa.
“Saya kan dipilih rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya berhenti dengan tuntutan itu. Semua ada mekanismenya,” tegasnya di Kantor Bupati Pati.
Meski telah mengubah kebijakan yang sebelumnya menuai protes dan meminta maaf, gelombang penolakan terhadap Sudewo belum surut. Aksi massa yang berlangsung diwarnai kericuhan dan bahkan berhasil menduduki Gedung DPRD Pati.
Dukungan terhadap tuntutan pengunduran diri Sudewo datang dari berbagai fraksi di DPRD, termasuk PKS, Gerindra, Demokrat, dan PKB. DPRD Pati pun resmi menyepakati penggunaan hak angket dan membentuk panitia khusus (pansus) untuk proses pemakzulan.
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyatakan usulan hak angket telah memenuhi syarat formal, dan akan difokuskan pada penyelidikan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
“Keputusan diambil sesuai tahapan yang berlaku. Kita menyetujui penjadwalan dan usulan angket,” kata Ali.
Menanggapi langkah DPRD, Sudewo mengatakan dirinya menghormati mekanisme tersebut.
“Itu kan hak angket yang dimiliki DPRD, jadi saya menghormati paripurna tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Syura PKB, Maman Imanulhaq, yang partainya ikut mengusung Sudewo dalam Pilkada 2024, menilai pembentukan pansus sudah tepat secara mekanisme.
“Jangan sampai seorang pejabat dijatuhkan karena anarkisme, melainkan harus melalui mekanisme demokrasi,” kata Maman di Gedung DPR, Jakarta.
Ia menambahkan, seorang pemimpin tidak perlu takut terhadap demonstrasi jika merasa telah menjalankan kebijakan yang benar.
“Pemimpin tidak boleh takut dengan demo masyarakat selama dia benar. Itu kata kuncinya,” tegasnya.
Sudewo sendiri berharap situasi ini menjadi pembelajaran bersama.
“Mari menjaga soliditas dan kekompakan warga Pati. Kabupaten Pati ini milik semua,” tandasnya. (*)
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan