TERNATE, KAIDAH.ID – Menyikapi perkembangan situasi politik nasional, yang belakangan ini memanas dan menimbulkan aksi anarkisme di sejumlah daerah, para tokoh lintas agama se-Provinsi Maluku Utara (Malut) mengeluarkan imbauan bersama, untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di Bumi Moloku Kie Raha.

Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh 10 pemimpin agama, dari berbagai organisasi keagamaan di Maluku Utara, mereka menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus belasungkawa kepada para korban yang jatuh akibat kekerasan politik di Tanah Air.

“Aspirasi adalah hak konstitusional setiap warga negara. Namun, penyampaian aspirasi tidak boleh dinodai dengan kekerasan atau anarkisme, sebab hal itu bertentangan dengan ajaran agama serta mencederai semangat persaudaraan dalam bingkai Marimoi Ngoni Foturu Masidika Ngone Foruru,” demikian salah satu butir imbauan tersebut.

Para tokoh lintas agama, juga mengajak seluruh umat beragama di Malut untuk menahan diri, tetap tenang, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya merusak kehidupan yang rukun dan damai.

Mereka pun menyerukan agar para pemimpin eksekutif, legislatif, dan yudikatif di tingkat nasional maupun daerah, bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, serta aparat keamanan diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan kemanusiaan dalam menjaga ketertiban.

Selain itu, imbauan bersama ini menegaskan pentingnya doa dan semangat persaudaraan, sebagai benteng kokoh dalam merawat kebhinekaan bangsa.

Imbauan ini ditandatangani oleh Ketua FKUB Malut Adnan Mahmud, Sekretaris Umum MUI Malut Makbul A.H. Din, perwakilan Muhammadiyah, NU, Alkhairaat, PGIW, DMI, PERMABUDHI, PHDI, serta MAKIN Maluku Utara.

“Dengan doa dan persaudaraan, kita akan mampu menjaga persatuan Indonesia dan Maluku Utara khususnya,” tulis para tokoh dalam pernyataan bersama tersebut. (*)

Editor: Ruslan Sangadji