JAKARTA, KAIDAH.ID – Generasi Digital Indonesia (GRADASI) meluncurkan program nasional “Indonesia Memanggil” dengan gerakan utama bertajuk “Jaga Jari untuk Negeri”. Program ini diluncurkan dalam rapat Dewan Pengurus Pusat (DPP) GRADASI pada 1 September 2025.
Gerakan ini hadir sebagai respons atas maraknya konten provokatif, disinformasi, fitnah, kebencian (DFK), serta penyalahgunaan teknologi deepfake yang dinilai berpotensi memicu gejolak sosial di tengah masyarakat.
Ketua Umum DPP GRADASI, Upi Asmaradhana, menegaskan pentingnya menjaga ruang digital yang sehat dan aman.
“Tanggung jawab menjaga ruang-ruang digital adalah tugas bersama semua pihak: pemerintah, media, platform digital, dan masyarakat. Kita harus bersatu melawan disinformasi, misinformasi, dan malinformasi agar Indonesia tidak semakin terperosok ke dalam perpecahan dan kekacauan,” kata Upi didampingi Sekretaris Jenderal GRADASI, Junaidi.
GRADASI mengeluarkan tiga seruan utama kepada seluruh pengurus dan anggotanya di 38 provinsi serta seluruh masyarakat Indonesia.
Pertama, menghidupkan kembali empat pilar literasi digital, yaitu Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics, dan Digital Safety. Kedua, menjaga kualitas informasi dengan melakukan verifikasi sebelum disebarkan. Ketiga, menggelar kampanye serentak Jaga Jari untuk Negeri melalui patroli digital dan pelaporan konten negatif ke Posko Digital GRADASI.
Selain itu, GRADASI menyiapkan rangkaian kegiatan edukasi berupa publikasi konten, webinar, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk memastikan kebenaran informasi sebelum beredar luas di masyarakat.
Organisasi yang berdiri sejak 2016 di Yogyakarta ini berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan ruang digital yang berdaulat, aman, dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan