MOROWALI, KAIDAH.ID – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) turut memeriahkan pameran pembangunan, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Morowali, yang digelar di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati, Jumat, 5 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan hari jadi daerah yang mengusung tema “Morowali Tangguh, Morowali Juara”.
Pameran yang berlangsung hingga 9 Desember 2025 ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, UMKM, perbankan, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong kemajuan Morowali. Partisipasi IMIP menonjol lewat beragam produk hasil industri terpadu dari hulu hingga hilir.
Sebagai kawasan industri besar di Indonesia, IMIP menampilkan produk-produk dari klaster karbon steel, stainless steel, komponen baterai listrik hingga berbagai produk turunan lainnya.
Deretan produk yang ditampilkan antara lain nikel pig iron, stainless steel billet, stainless steel slab, stainless steel coil (cold rolled dan hot rolled), coke, iron pellet, steel wire rod, graphite, luppen FeNi, nikel matte, lithium carbonate, MHP, hingga electrolytic aluminium.
Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, saat membuka kegiatan menyampaikan, peringatan HUT ke-26 ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat kebersamaan dan inovasi demi pembangunan Morowali yang lebih baik.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni saja, tapi menjadi wujud nyata kebersamaan membangun Morowali sebagai tolak ukur kemandirian. Pameran ini diikuti para pelaku UMKM, stand industri, perbankan, dan booth lainnya yang berperan besar meningkatkan perputaran ekonomi di Morowali,” kata Iksan.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak, yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian acara tersebut.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa dengan bergandengan tangan, Morowali semakin tangguh dan juara,” katanya.
Bupati Iksan menegaskan komitmen pemerintah daerah, untuk menjaga stabilitas pembangunan di tengah pesatnya pertumbuhan industri.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai Tepa Asa Maroso, adat, serta kearifan lokal sebagai fondasi moral masyarakat Morowali. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan