JAKARTA, KAIDAH.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga pukul 16.00 WIB, Senin, 8 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 961 jiwa.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, mengatakan tim SAR gabungan berhasil menemukan 40 jenazah baru di sejumlah wilayah terdampak.

“Untuk Aceh bertambah 23, dari 366 menjadi 389 jiwa. Sumatra Utara bertambah 9, dari 329 menjadi 338 jiwa. Sementara Sumbar bertambah 8, dari 226 menjadi 234 jiwa,” sebut Muhari dalam jumpa pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Senin ini.

Sementara itu, jumlah korban hilang dilaporkan berkurang dari 392 menjadi 293 orang, setelah ditemukannya korban meninggal dunia pada hari ini.

LONJAKAN JUMLAH PENGUNGSI

BNPB juga melaporkan lonjakan signifikan jumlah pengungsi. Per hari ini, total warga yang mengungsi di Aceh Timur dan Bener Meriah meningkat, sehingga keseluruhan pengungsi di tiga provinsi mencapai 1.057.482 jiwa.

“Ini tentu saja menjadi tugas kami di posko utama untuk tetap mengoptimalkan distribusi bantuan, bisa memenuhi kebutuhan dasar di pengungsian,” kata Muhari.

Kerusakan Fasilitas dan Infrastruktur

Selain korban jiwa, BNPB mencatat 4.200 orang terluka akibat bencana tersebut. Kerusakan fasilitas publik juga sangat luas, meliputi:

  • 1.300 fasilitas umum rusak
  • 199 fasilitas kesehatan rusak
  • 697 fasilitas pendidikan rusak
  • 420 rumah ibadah rusak
  • 234 gedung/kantor rusak
  • 405 jembatan rusak

Bencana besar yang melanda tiga provinsi ini masih dalam penanganan intensif. Tim SAR gabungan, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait terus bekerja untuk percepatan evakuasi, penanganan pengungsi, serta pemulihan infrastruktur penting. (*)

(Ruslan Sangadji)