PALU, KAIDAH.ID – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, didampingi Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin bersama sejumlah pejabat terkait, menerima ratusan tenaga honorer yang melakukan aksi demonstrasi di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Senin, 24 November 2025.

Ratusan tenaga honorer yang tergabung dalam Aliansi Honorer Kota Palu itu, menuntut kejelasan status kepegawaian terkait proses pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Mereka juga menyampaikan keluhan, mengenai nasib honorer yang telah lama mengabdi, serta perkembangan pengajuan data ke Kementerian PAN-RB.

Dalam dialog terbuka, Wali Kota Hadianto menegaskan, Pemerintah Kota Palu akan melakukan komunikasi intensif dengan KemenPAN-RB, untuk memperjuangkan nama-nama honorer yang telah diusulkan.

“Ini menjadi permintaan besar, dan Pemerintah Kota Palu siap atas pembiayaan P3K yang akan diangkat, baik yang bekerja paruh waktu maupun yang sudah berjalan,” tegasnya.

Wali kota menegaskan, para tenaga honorer merupakan bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Palu, yang selama ini berjuang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Untuk memastikan kejelasan nasib mereka, Pemkot Palu berencana menemui KemenPAN-RB bersama tiga perwakilan Aliansi Honorer Kota Palu.

Ketua Aliansi Honorer Kota Palu, Arifin, menyambut baik hasil pertemuan tersebut, karena adanya tindak lanjut konkret dari pemerintah. Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat 1.250 data honorer yang diajukan, namun setelah proses validasi oleh BKD tersaring menjadi 998 orang. Data tersebut akan diperjuangkan ke Jakarta.

“Salah satu poin terpenting adalah, meminta KemenPAN-RB agar tetap membuka link pendaftaran pengusulan P3K, khususnya untuk tenaga paruh waktu di Kota Palu,” tegasnya.

Pertemuan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperjuangkan aspirasi tenaga honorer Kota Palu. (*)

(Ruslan Sangadji)