PALU, KAIDAH.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, meraih sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) 21001:2018 dan ISO 9001:2015.

Rektor UIN Datokarama, Profesor Lukman Thahir, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 9 Januari 2026, mengatakan, keberhasilan meraih sertifikasi ISO tersebut, bukan merupakan capaian individu, melainkan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika.

“Keberhasilan meraih sertifikasi ISO 21001:2018 dan ISO 9001:2015 ini bukanlah keberhasilan individual atau perseorangan, melainkan hasil kerja sama seluruh komponen sivitas akademika UIN Datokarama yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk pengembangan universitas ini,” katanya.

Ia berharap, pencapaian tersebut dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh sivitas akademika, untuk terus berinovasi dan menjaga budaya mutu di lingkungan kampus.

“Pencapaian ini diharapkan memicu semangat seluruh sivitas akademika, untuk terus berinovasi dan mempertahankan budaya mutu yang disegani di level nasional dan internasional,” kata Profesor Lukman.

Rektor menjelaskan, perolehan sertifikasi ISO, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UIN Datokarama, dalam bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul secara akademik sekaligus profesional dalam tata kelola administrasi.

“Sertifikasi ISO ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan janji kami dalam mengembangkan perguruan tinggi ini. Ini adalah bukti bahwa setiap proses layanan di UIN Datokarama kini memiliki standar operasional yang diakui secara internasional,” ucapnya.

Menurutnya, sertifikasi internasional tersebut, akan memberikan banyak manfaat bagi sivitas akademika maupun pihak eksternal. Mahasiswa akan merasakan peningkatan kualitas layanan yang lebih cepat, akurat, dan terstandarisasi, sementara dosen dan tenaga kependidikan akan bekerja dalam sistem yang lebih terorganisir sehingga meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja.

Selain itu, sertifikasi ISO juga akan dapat memperkuat reputasi UIN Datokarama di tingkat nasional dan internasional, serta mempermudah kerja sama dengan berbagai institusi lain, baik dalam bidang riset, pertukaran pelajar, maupun program akademik lainnya. (*)

(Ruslan Sangadji)