BOGOR, KAIDAH.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perjuangan pemerintah saat ini difokuskan pada pengentasan kemiskinan, kemandirian pangan-energi, serta perbaikan kualitas hidup rakyat. Hal itu disampaikan dalam pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 pada Senin, 2 Februari 2025, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, .

Presiden menggambarkan masih banyak rakyat yang hidup dalam keterbatasan. “Sekarang rakyat kita masih banyak yang hanya makan nasi, mungkin dengan daun singkong, mungkin hanya dengan garam. Kita harus paham rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” kata Presiden.

Presiden menyinggung berbagai istilah statistik kemiskinan, yang sering memperhalus realitas. “Kita kadang-kadang takut bicara apa adanya. Tidak mau bilang miskin, dibilang prasejahtera, aspiring middle class, rentan miskin. Tapi kenyataannya mereka belum sejahtera,” kata Presiden.

Karena itu ia mengajak seluruh unsur bangsa bersatu. “Kita harus berjuang bersama-sama, semua unsur, semua partai, semua latar belakang, menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah sebelum bertanding,” tegasnya.

Presiden juga menilai pengelolaan kekayaan bangsa belum optimal. “Kita harus akui, elit Indonesia masih kurang dalam menjaga dan mengelola kekayaan bangsa. Mari kita benahi diri dan mengelola kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” pesan Preiden Prabowo.

Ia menegaskan, setelah pemilu, tidak boleh ada sekat politik dalam pelayanan. “Saya tidak akan tanya gubernur dari partai mana. Saya kalah di Sumatera Barat, kalah di Aceh, tapi tetap kita bangun. Tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh ada sakit hati. Kalah menang biasa,” katanya.

STRATEGI BESAR: PANGAN, ENERGI DAN MBG

Presiden menyebut fondasi utama strategi pemerintah adalah swasembada pangan. “Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, tidak ada alternatif selain swasembada pangan,” ujarnya.

Swasembada energi juga ditekankan, termasuk pemanfaatan kelapa sawit. “Kelapa sawit itu miracle crop. Dari situ kita bisa hasilkan minyak, bahan industri, sampai energi biodiesel dan avtur,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai instrumen penting pemerataan ekonomi desa.

“Makan bergizi gratis bukan hanya soal makan, ini investasi masa depan bangsa,” ujar Presiden, seraya menyebut program itu telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat.

Ia menambahkan, program tersebut juga menciptakan lapangan kerja melalui ribuan dapur, serta rantai pasok pangan di daerah.

PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN KOPERASI NELAYAN

Presiden menyampaikan pemerintah telah mendistribusikan panel interaktif digital ke ratusan ribu sekolah.

“Hampir semua sekolah, termasuk yang terpencil, sudah menerima panel interaktif. Kita bisa mengajar jarak jauh untuk sekolah yang kekurangan guru,” ujarnya.

Pemerintah juga memperluas layanan kesehatan gratis serta membangun ribuan koperasi nelayan lengkap dengan gudang, cold storage, dan armada angkut. “Tidak boleh ada panen yang tidak terjual. Koperasi harus bisa simpan dan kirim sendiri,” tegasnya.

HILIRISASI

Presiden menyebut pemerintah menjalankan proyek hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari mineral, pangan, hingga energi terbarukan. Proyek-proyek tersebut akan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru.

Presiden juga menyinggung pembentukan dana investasi negara (sovereign wealth fund) untuk mengelola aset negara secara terpusat. “Kita kumpulkan kekuatan ekonomi kita supaya bisa dikelola lebih strategis,” katanya.

PERANG TERHADAP SAMPAH DAN GERAKAN INDONESIA ASRI

Dalam pidatonya, Presiden memberi perhatian besar pada persoalan lingkungan. “Kita harus menyatakan perang terhadap sampah. Sampah itu penyakit, sampah itu bencana,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah daerah, sekolah, TNI–Polri, hingga kementerian melakukan gerakan kebersihan rutin. Presiden juga menyinggung penataan kota, pantai, baliho, kabel semrawut, hingga atap seng berkarat yang menurutnya mengganggu keindahan.

“Kita ingin Indonesia asri, aman, sehat, resik, indah,” ujarnya.

Menutup arahannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah.

“Bangsa Indonesia harus mandiri, berdiri di atas kaki sendiri. Elemen utamanya swasembada pangan dan swasembada energi. Kita berada di jalan membela keadilan, memberantas kemiskinan, dan menghilangkan kelaparan,” kata Presiden.

Dengan pernyataan tersebut, Presiden secara resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. (*)

(Ruslan Sangadji)