PALU, KAIDAH.ID – Menguatnya isu tambang emas di Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, mendorong Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Arus Abdul Karim, akan turun langsung ke lapangan. Pada 9 Februari 2026 nanti, ia dijadwalkan menggelar reses di wilayah tersebut, guna mendengar dan menyerap secara langsung aspirasi masyarakat di lingkar tambang.
Mohammad Arus Abdul Karim menegaskan, reses menjadi mekanisme resmi DPRD, untuk memastikan suara masyarakat didengar secara utuh dan apa adanya. Dengan hadir langsung di tengah warga, ia ingin mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait dinamika sosial, lingkungan, dan ekonomi yang berkembang di Poboya.
“Saya akan datang langsung menemui warga untuk mendengar aspirasi mereka secara murni. Dengan mekanisme reses, saya bisa berdialog langsung dan menggali persoalan yang sebenarnya dirasakan masyarakat,” kata Mohammad Arus Abdul Karim.
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah itu menilai, berbagai aspirasi yang muncul melalui aksi unjuk rasa tetap penting sebagai informasi awal. Namun, dialog langsung di tingkat masyarakat dinilai lebih efektif, untuk memahami persoalan secara mendalam dan berimbang.
“Bukan berarti aspirasi yang disampaikan lewat aksi unjuk itu tidak murni. Justru itu menjadi pintu masuk bagi kami untuk menggali lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, isu tambang emas Poboya bukan sekadar persoalan lokal, melainkan telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto juga memberikan atensi terhadap aktivitas pertambangan, khususnya yang berkaitan dengan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Sebagai pimpinan DPRD Sulawesi Tengah, saya berkewajiban bersinergi dengan pemerintah pusat. Apalagi persoalan tambang ini sudah menjadi perhatian langsung Presiden,” kata mantan Ketua Kadin Sulawesi Tengah tersebut.
GOLKAR PEDULI RAMADHAN
Selain agenda reses, Mohammad Arus Abdul Karim juga akan menggelar kegiatan sosial bertajuk Golkar Peduli Ramadhan di wilayah tersebut. Kegiatan ini diisi dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan.
Menurutnya, kehadiran partai politik di tengah masyarakat tidak hanya sebatas agenda politik, tetapi juga bentuk kepedulian sosial, terutama saat kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi berbagai tekanan.
“Golkar Peduli Ramadhan ini penting, karena masyarakat sangat membutuhkan. Ini juga merupakan instruksi Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, agar Golkar selalu hadir dan bekerja di tengah-tengah rakyat, terlebih menjelang Ramadhan,” ucapnya.
Reses dan kegiatan sosial tersebut diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memperkuat perumusan kebijakan daerah yang berpihak pada kepentingan publik, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tengah. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan