PALU, KAIDAH.ID – Ekonomi Sulawesi Tengah (Sulteng) Triwulan IV Tahun 2022, tumbuh impresif sebesar 18,96% (yoy). Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulteng secara kumulatif pada tahun 2022 berada di angka 15,17% (ctc).

Angka PDRB Sulteng itu, jauh di atas target RPJMD Sulteng, yang sebesar 5,88% (yoy).

Meskipun tumbuh tinggi, namun share/peranan perekonomian Sulteng terhadap Nasional, masih cukup rendah sebesar 1,69%, naik tipis daripada tahun 2021 yang sebesar 1,46%.

Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut, dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan masih mendominasi, yang memiliki share (40,28%) dan laju pertumbuhan (29,69%) tertinggi di tahun 2022 (ctc).

Sedangkan dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang menyumbang sebesar 23,22% (ctc).

Berdasarkan Kajian Fiskal Regional (KFR) Tahunan, pada 2022, melajunya perekonomian Sulteng, memberikan efek domino pada beberapa indikator kesejahteraan masyarakat.

Antara lain meningkatnya kesejahteraan masyarakat, penurunan tingkat kemiskinan, dan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulteng 2022, sebagai salah satu indikator pengukuran kesejahteraan masyarakat, tercatat sebesar 70,28%.

Artinya, Sulteng berhasil naik kelas dari daerah dengan kategori IPM sedang, menjadi daerah dengan kategori IPM tinggi.

Tingkat kemiskinan Sulteng pada September 2022, tercatat sebesar 12,30% atau sebanyak 389,71 ribu orang, turun tipis dibandingkan dengan periode Maret 2022 yang sebesar 12,33%.

Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sulteng (Gini Rasio) pada September 2022, tercatat sebesar 0,305, menurun 0,003 poin dari Maret 2022 (0,308).

itu karena pengaruh penurunan ketimpangan di perkotaan, yang menurun tipis 0,006 dari posisi Maret 2022.

Perbaikan mobilitas dan upaya Pemerintah untuk mendorong inklusivitas pertumbuhan ekonomi, terlihat dari penurunan ketimpangan di perkotaan.

Bahkan, ketimpangan baik di perkotaan dan perdesaan juga, terus menunjukkan perbaikan.

Tumbuhnya perekonomian Sulteng juga turut menekan TPT sebesar 0,75 poin, persentase dari tahun sebelumnya, sehingga menjadi sebesar 3% per Agustus 2022. (*)