Tidak sekadar itu. Komponen “inovasi”, hal yang saya katakan “teknologi sosial” menjadi elemen penting, yang menjadi penilaian kami sebagai juri. Sebagai misal, sebuah lembaga menjadi pantas memperoleh apresiasi, karena kesungguhannya dalam meyakinkan donaturnya dalam menyalurkan wakaf.

Wakaf sebagai salah satu jenis filantropi sosial yang menstimulasi para donatur untuk menyumbang. Termasuk aktivitas tidak lahir, karena stimulasi kondisi urgen dan situasi darurat, bukan karena alasan yang gawat. Bagi kami selaku juri, kami sadar, situasi yang baik-baik saja seperti ini, jelas menjadikan seorang fundraiser harus mampu kreatif agar bisa “menggelitik jiwa sosial”para donatur sebuah lembaga filantropi. Untuk keberhasilan mereka ini, juri patut memberi apresiasi.

Pada aspek lainnya selain wakaf, publik juga tidak mudah diyakinkan tingkat urgensitas sebuah lembaga. Sehingga pada lembaga anti korupsi, menjadi kesulitan untuk menstimulasi dukungan pendanaan dalam penegakan hukum ataupun penyadaran. Kian sulit sebuah lembaga akan menstimulasi dukungan finansial, juri kian menyadari betapa berat mengedukasi publik untuk mensupport dukungan pendanaan bagi lembaga anti korupsi.

Bahwa lembaga anti korupsi perlu didukung, kian hari kian banyak orang yang sadar untuk mendukung, tetapi berpikir pendanaan untuk menghidupi lembaga anti korupsi, orang berpikir dua kali. Maka juri pantas mengapresiasi lembaga anti korupsi dengan inovasi sosial yang mereka ikhtiarkan, karena ketekunan merekalah, mereka bisa eksis dan bisa bersuara nyaring.

MULTI DIMENSI

Bagi juri, memang IFI telah membuat form penilaian sejumlah aspek. Bisa kami sebutkan aspek-aspek itu: cara presentasi. Permasalahan dan penyelesaian, pertumbuhan fundraising, inovasi yang dilakukan, dan dampak keberhasilan. Kombinasi aspek-aspek itulah yang kemudian kami akumulasi sehingga memperoleh angka tertentu. Di antara para kandidat itulah, akhirnya kami bisa menyebutkan dan memberikan nilai terbaik.

Kami berharap, penilaian secara nominal bisa mendekati penilaian non-nominal yang menjadi kesejatian dari aktivitas, yang benar-benar dijalankan dalam keseharian lembaga-lembaga filantropi itu. Benar, ketika beberapa kandidat mengatakan: “Buat kami, bisa mengikuti ajang kompetisi IFA (Indonesia Fundraising Award) tahun ini, bukanlah untuk mendapatkan kemenangan. Mendapatkan award bukan tujuan kami. Tetapi kalau pun memperolehnya, itu cuma bonus.”

Kompetisi ini memilah dua kelompok lembaga filantropi: BAZNAS terbaik (terdiri dari BAZNAS tingkat provinsi, kabupaten kota) dan lembaga filantropi lainnya (Lembaga amil zakat/LAZ, lembaga non zakat: seperti Indonesia Corruption Watch/ICW, lembaga bantuan hukum /LBH, juga yang bukan mengelola dana keagamaan seperti Anak Petani Cerdas, Perkumpulan International Overseas Association/IOA yang mengajak alumnus yang pernah belajar di mancanegara untuk bersama-sama membiayai kegiatan sosial di Indonesia).

Sebagai penguat apresiasi Anda, saya sertakan ke-63 peserta event IFA 2023, yaitu ABATA INDONESIA, ANAK PETANI CERDAS, ASSYIFA PEDULI, BADAN WAKAF AL QUR’AN, BAZNAS, BAZNAS DKI JAKARTA, BAZNAS KABUPATEN BONE, BAZNAS KABUPATEN KARANGANYAR, BAZNAS KOTA BATAM, BAZNAS PROVINSI JAWA BARAT.

Kemudian BAZNAS PROVINSI JAWA TENGAH, BAZNAS PROVINSI NTB, BAZNAS PROVINSI PAPUA, BSI MASLAHAT, DOMPET AL QUR’AN INDONESIA, DOMPET DHUAFA, DOMYADU, HUMAN INITIATIVE, HUTAN WAKAF BOGOR, INDONESIA CORRUPTION WATCH, KITABISA, LAZ AS SALAM JAYAPURA dan LAZ DASI NTB.

Selanjutnya adalah , LAZ HARAPAN DHUAFA, LAZ PERSIS, LAZ SOLO PEDULI, LAZ UMMUL QURO, LAZ ZAKAT SUKSES , LAZIS AL HILAL, LAZIS JATENG, LAZIS MUHAMMADIYAH, LAZNAS AL AZHAR, LAZNAS MAITUL MAAL HIDAYATULLAH, LAZNAS BAITUL MAAL MUAMALAT, LAZNAS BAKRIE AMANAH, LAZNAS DEWAN DAKWAH, LAZNAS INISIATIF ZAKAT INDONESIA, LAZNAS NURUL HAYAT.

Peserta lainnya adalah LAZNAS PPPA DAARUL QURAN, LAZNAS RUMAH YATIM ARROHMAN INDONESIA, LBH JAKARTA, LEMBAGA MANAJEMEN IMFAQ, MASJID NUSANTARA, PERKUMPULAN IOA, RUMAH AMAL SALMAN, RUMAH BERSALIN CUMA-CUMA, RUMAH ZAKAT, SAJIWA FOUNDATION, SEBI SOCIAL FUND, SINERGI FOUNDATION, TAMAN ZAKAT INDONESIA, TUNAS MUDA CARE.

Ada pula WAHDAH INSPIRASI ZAKAT, WAKAF MANDIRI, WAKAF NURUL TAQWA INDOSAT, WAKAF SALMAN, YATIM MANDIRI, YAYASAN AMANAH TAKAFUL, YAYASAN DANA SOSIAL AL FALAH, YAYASAN MASJID AL HIDAYAH MODERNLAND, YAYASAN PITA KUNING ANAK INDONESIA, YBM BRILIAN dan YBM PLN.

IFA 2023 akan ditutup dengan acara puncak penganugerahan kepada Lembaga-lembaga terpilih, pada Rabu, 13 Desember 2023 di Auditorium Insan Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta. Acara itu akan dihadiri oleh para pimpinan lembaga filantropi di Indonesia. (*)