MOROWALI, KAIDAH.ID – Nilai peredaran uang di Kawasan PT IMIP, Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), mencapai sekitar Rp338 miliar setiap bulan, hanya dari penghasilan para pekerja.

Data Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah per April 2025 mencatat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Morowali meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir, yakni dari Rp158,04 triliun pada 2023 menjadi Rp173,86 triliun pada 2024, naik 10 persen.

Kenaikan ini ditopang sektor industri pengolahan yang tumbuh pesat, utamanya di kawasan PT IMIP. Data Departemen Human Resources PT IMIP, hingga awal Mei 2025, jumlah tenaga kerja Indonesia di Kawasan itu tercatat mencapai 85.423 orang, meningkat 2,3 persen dari tahun sebelumnya.

Jika dikalikan dengan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Morowali 2025 sebesar Rp3.957.673, total potensi perputaran uang dari gaji pekerja di kawasan ini mencapai Rp338 miliar per bulan.

Ekonom BI Sulteng, Pinehas Danu Arvito, menyebut tingginya angka outflow di Morowali mencerminkan konsumsi masyarakat yang aktif.

“Artinya, uang yang beredar langsung dimanfaatkan untuk transaksi ekonomi, bukan hanya disimpan,” katanya.

UMKM di Bahodopi juga ikut terdorong. Hasil riset Research and Branding PT IMIP menunjukkan terdapat 7.643 UMKM aktif per Maret 2025, naik 4,1 persen dari tahun sebelumnya. Unit usaha tersebut menyerap lebih dari 16 ribu tenaga kerja.

Bagi Yusuf Mekuo (29), karyawan PT Dexin Steel Indonesia, gaji bulanan sebagian besar digunakan untuk kebutuhan hidup harian dan keluarga.

“Kalau ada sisa, baru saya tabung,” ujarnya.

Selain ekonomi yang tumbuh, kualitas hidup warga pun meningkat. Data BI menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Morowali naik dari 73,39 pada 2022 menjadi 74,36 pada 2024. Sementara tingkat kemiskinan turun ke 11,55% dan pengangguran terbuka menyusut hingga 2,84%.

Pertumbuhan ekonomi ini diperkirakan terus berlanjut seiring ekspansi industri dan semakin aktifnya roda perekonomian lokal. (*)

Editor: Ruslan Sangadji