HARI INI, Senin, 9 Juni 2025, adalah hari tasyrik terakhir, yakni hari ke-13 Dzulhijjah 1446 Hijriah. Umat Islam diingatkan untuk tidak berpuasa pada hari ini, karena hukumnya haram, kecuali bagi jamaah haji yang tidak mampu menyembelih hewan qurban.

Hari Tasyrik sendiri berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Karena Idul Adha tahun ini jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, maka Hari Tasyrik jatuh pada 7, 8, dan 9 Juni 2025. Artinya, hari ini adalah hari terakhir umat Islam dilarang berpuasa.

Larangan ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallm. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, disebutkan: “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada Hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, no. 1859).

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda:
“Hari Arafah, hari Idul Adha, dan Hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i, no. 2954)

KENAPA TIDAK BOLEH PUASA

Hari Tasyrik merupakan hari-hari penuh syukur dan kebahagiaan setelah Idul Adha. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, dzikir, makan dan minum, serta membagikan daging qurban kepada sesama. Hari ini adalah momentum kebersamaan, bukan hari untuk menahan lapar seperti saat berpuasa.

Secara bahasa, kata Tasyrik berasal dari kata syarraqa (شَرَّقَ) yang berarti “menjemur di bawah matahari, merujuk pada kebiasaan menjemur daging qurban agar awet.

AMALAN YANG DIANJURKAN

Meski puasa dilarang, umat Islam tetap bisa memperbanyak amal ibadah lainnya, seperti:

  • Bertakbir dan berdzikir setelah shalat fardhu
  • Memperbanyak doa dan istighfar
  • Berbagi daging qurban kepada fakir miskin
  • Menjalin silaturahmi dan mempererat ukhuwah

Sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an:
“Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah!” (QS. Al-Kautsar: 2)

Maka bagi siapa pun yang mungkin tidak menyadari bahwa hari ini adalah Hari Tasyrik dan sedang berpuasa, segeralah batalkan puasa Anda.

Ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga bentuk kepatuhan pada tuntunan Rasulullah. Gunakan hari ini untuk bersyukur, berbagi, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. (*)

Editor: Ruslan Sangadji