JAKARTA, KAIDAH.ID – Wakil Ketua MPR RI dari unsur DPD, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, punya rencana menarik untuk 2025 ini. Ia berencana memprakarsai acara “Lebaran Lagu Timur Indonesia” yang bakal digelar di Kota Palu.
Ide ini lahir dari keinginan Akbar, untuk mempertemukan musisi besar asal Palu dengan talenta lokal. Nama-nama seperti Ote Abadi, penyanyi reggae Rival Himran alias Pallo, Achi The Box dan musisi lokal lainnya, serta penyanyi timur yang viral belakangan ini, disebut akan ikut meramaikan panggung.
“Kita belum tentukan waktunya, tapi targetnya tetap tahun ini bisa jalan,” kata Akbar usai ngobrol dengan sejumlah musisi dan tokoh Palu di sebuah rumah makan di Depok, Jawa Barat, Ahad, 21 September 2025 sore.
Menurutnya, acara ini bukan sekadar konser musik biasa. Lebih dari itu, ia ingin memperkenalkan kekayaan musik dari timur seperti Sulawesi, Maluku, Papua, dan NTT sekaligus membuka ruang bagi regenerasi musisi daerah.
SAMBUTAN HANGAT MUSISI PALU DI JAKARTA
Ote Abadi, musisi senior yang juga vokalis The New Mercy’s, menyambut rencana ini dengan antusias. Baginya, Lebaran Lagu Timur bisa jadi napas baru untuk musik Sulawesi Tengah.
“Kalau musisi senior dan generasi muda bisa gabung di satu panggung, itu cara bagus menjaga tradisi musik daerah tetap hidup, sekaligus jadi jembatan ke level nasional,” kata Ote.
Ia menambahkan, banyak karya lokal berbahasa daerah yang sebenarnya punya potensi besar, tapi sering luput dari perhatian industri musik besar.
Sementara itu, Rival Himran (Pallo) melihat festival ini sebagai peluang emas. Bagi penyanyi reggae asal Palu ini, Lebaran Lagu Timur bukan cuma tempat manggung, tapi juga arena untuk berbagi ide, membangun jaringan, dan menguatkan posisi musik timur di kancah nasional.
“Kalau bisa ada juga pelatihan soal sound, manajemen panggung, dan kolaborasi lintas-genre. Jadi bukan hanya tampil, tapi juga belajar bersama supaya karya kita makin siap bersaing,” kata Rival.
Baik Ote maupun Rival, sama-sama berharap acara ini benar-benar memberi tempat khusus bagi musisi muda Palu, seperti Achi The Box dan band-band lokal lain. Mereka ingin para talenta baru bukan sekadar jadi pengisi acara tambahan, tapi dilibatkan penuh dalam kurasi festival.
Akbar menambahkan, Lebaran Lagu Timur nantinya akan dirancang seimbang: budaya tetap berjalan, ekonomi lokal ikut bergerak.
Ia menyebut, bukan hanya musisi yang akan tampil, tapi pelaku UMKM juga akan dilibatkan, misalnya lewat bazar kuliner khas daerah dan produk kreatif. Dengan begitu, festival ini tidak hanya jadi ruang ekspresi musik, tapi juga jadi kesempatan bagi usaha kecil untuk merasakan dampak positifnya.
Lagu timur sekarang sudah diakui, bahkan sampai ke luar negeri. Tapi kita ingin Palu ikut jadi pusat panggungnya, supaya musisi lokal juga merasakan manfaatnya,” tutupnya. (*)
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan