PALU, KAIDAH.ID – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tengah dan komunitas Warkop Stevany Palu. Salah satu pengurus Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulawesi Tengah, Afif A. Siradja, ditemukan meninggal dunia pada Ahad, 19 Oktober 2025, sekitar pukul 19.30 WITA, di rukonya di Kelurahan Palupi, Kota Palu.
Afif ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan wajah penuh lebam, sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa kematiannya tidak wajar. Jenazah segera dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilakukan otopsi.
Namun hasil pastinya, pihak kepolisian masih menunggu uji laboratorium forensik di Makassar guna memastikan penyebab kematian secara pasti.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada beberapa bagian tubuh korban.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan keluarga dan rekan-rekannya, pada sore hari sekitar pukul 17.00 WITA, Afif masih sempat bertelepon dengan salah satu rekannya di Lambunu, Donggala. Dalam percakapan itu, tidak ada tanda-tanda ia sedang sakit atau mengalami masalah serius.
Sekitar satu jam kemudian, sekitar pukul 18.00 WITA, adik kandungnya menemukan Afif sudah tergeletak kaku di rukonya di kawasan Palupi. Tubuhnya tampak membiru dengan sejumlah lebam di wajah dan bagian tubuh lainnya.
Keluarga menyebutkan, selama tiga hari terakhir sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengeluh sakit namun tidak pernah menjelaskan penyebabnya. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya “sedang diserang”, tanpa memperjelas apakah maksudnya serangan jantung atau diserang orang.
Kebiasaan Afif yang tertutup soal kondisi pribadinya membuat keluarga tidak menyadari bahwa ia sedang menghadapi situasi serius. “Dia tidak pernah mau memberitahu kalau sakit atau ada masalah. Hanya bilang sedang diserang,” ujar salah satu adiknya.
Sosok Dermawan dan Santun
Di kalangan sahabat dan jamaah Masjid Agung Palu, Afif Siradja dikenal sebagai sosok dermawan dan santun. Ia kerap terlihat menunaikan salat berjamaah di Masjid Agung, Lolu, dan sering mentraktir teman-temannya di warung kopi di Jalan Masjid Raya. Bahkan, sesekali ia membagikan uang kepada teman-teman dekatnya tanpa pamrih.
Kabar meninggalnya Afif mengejutkan banyak pihak, terutama di lingkungan KAHMI dan komunitas warkop di Palu. Sejumlah kolega menyampaikan duka mendalam dan berharap proses penyelidikan berjalan transparan agar penyebab kematian almarhum dapat terungkap.
Kini, jenazah telah dibawa ke kampung halamannya di Poso untuk dimakamkan. Polisi menyatakan akan menunggu hasil resmi otopsi dan uji lab forensik sebelum menyimpulkan penyebab kematian Afif Siradja.
Salah satu anggota keluarga mengatakan, “Kami menemukan tubuh Afif penuh luka di tangan, dada, dan wajah. Kondisi rumah juga acak-acakan, banyak barang terjatuh. Kami yakin ada tindak kekerasan.”
Petugas kepolisian telah mengamankan sejumlah barang dari rumah korban untuk diperiksa lebih lanjut, termasuk ponsel dan benda-benda yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, Afif menjalankan usaha di sektor tambang emas.
Riwayat Aktivisme dan Kiprah di KAHMI
Sebelum aktif di KAHMI Sulawesi Tengah, Afif Siradja dikenal sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia pernah menjabat sebagai Ketua HMI Komisariat Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Di lingkungan KAHMI Sulteng, almarhum menjabat sebagai pengurus Biro Industri dan Pengembangan Teknologi MW KAHMI Sulawesi Tengah. Rekan-rekan seorganisasinya mengenang Afif sebagai pribadi yang rendah hati, pekerja keras, dan mudah membantu siapa pun yang membutuhkan.
Polisi Dalami Dugaan Kekerasan
Kapolresta Palu, Kombes Pol Deny Abrahams, menyebut hasil sementara menunjukkan adanya luka di bagian wajah korban yang mengindikasikan dugaan kekerasan.
Ia mengimbau semua pihak agar tetap tenang dan tidak berspekulasi. “Kami akan bekerja profesional dan terbuka untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata Kapolres.
Saksi berinisial K.S. mengungkapkan, pada Kamis malam, 16 Oktober 2025, sekitar pukul 22.00 WITA, ia sempat mendengar suara seseorang meminta tolong dari arah rumah korban.
Kapolresta menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah setelah keluarga korban membuat laporan resmi. Ia memastikan kasus ini akan diungkap secara cepat dan transparan demi memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjaga ketenangan masyarakat.
Polisi saat ini masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara dan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian Afif Siradja.
Sementara itu, pemilik kios di depan rumah korban menyatakan masih melihat Afif membeli rokok sekitar pukul 14.00 WITA pada hari kejadian. Berdasarkan keterangan tersebut, korban diduga meninggal pada sore hari sebelum ditemukan malam harinya.
KAHMI Sulteng Desak Pengusutan Tuntas
Ketua MW KAHMI Sulawesi Tengah, Andi Mulhanan Tombolotutu, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Afif Siradja dan mendesak aparat kepolisian segera mengungkap penyebab serta motif di balik kematiannya.
“Kami sangat berduka dan kehilangan sosok kader terbaik KAHMI. Kami mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan secepat mungkin agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta Pengurus KAHMI Sulawesi Tengah mengawal kasus kematian Afif, namun harus tetap tenang, berdoa, dan mempercayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum. (*)
Editor: Ruslan Sangadji

Tinggalkan Balasan