JAKARTA, KAIDAH.ID – Wakil Ketua MPR RI Abcandra M. Akbar Supratman, menegaskan, negara pasti hadir melindungi warganya di luar negeri melalui pemulangan Saraswati, warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi.

Menurut Abcandra M. Akbar Supratman yang anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah ini, keselamatan warga negara Indonesia harus menjadi prioritas utama, terutama bagi pekerja migran yang menghadapi situasi rentan di negara penempatan.

“Koordinasi cepat lintas lembaga menjadi kunci dalam penanganan kasus TPPO tersebut,” katanya.

Dia mengatakan, setelah menerima laporan dari keluarga Saraswati, ia langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk memastikan keselamatan warga Palu tersebut.

“Begitu menerima laporan dari keluarga, kami langsung berkoordinasi dengan Kementerian PPMI agar kasus ini segera ditindaklanjuti. Negara tidak boleh abai ketika warganya berada dalam ancaman,” kata putra Supratman Andi Agtas, Menteri Hukum RI ini, Jumat, 23 Januari 2026 siang.

Dia mengapresiasi langkah cepat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Mukhtarudin, yang segera menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.

“Alhamdulillah, upaya itu berhasil melacak keberadaan Saraswati yang sempat lost contact selama beberapa hari,” ujarnya.

Akbar menyebut, saat ini Saraswati telah berada dalam perlindungan KBRI dan proses pemulangan ke Indonesia sedang berjalan. Rencananya, korban akan dipulangkan melalui Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Palu.

“Alhamdulillah, sekarang korban sudah aman. Ini bukti bahwa ketika negara hadir dan semua pihak bergerak cepat, nyawa warga bisa diselamatkan,” katanya.

Akbar juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terulang. Ia mendukung langkah Kementerian PPMI yang memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai sindikat TPPO.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat terkait prosedur kerja ke luar negeri harus terus diperkuat, khususnya di daerah-daerah yang rawan menjadi sasaran perdagangan orang.

“Jangan mudah tergiur janji gaji besar dan proses cepat. Semua harus melalui jalur resmi agar negara bisa hadir melindungi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Saraswati, warga Kelurahan Kayumalue, Kota Palu, dilaporkan mengalami kondisi yang mengancam keselamatannya di Riyadh, Arab Saudi.

Kasus tersebut terungkap setelah Saraswati menghubungi rekannya melalui media sosial dan meminta pertolongan.

Pemerintah kini memastikan proses pemulangan dan pemulihan korban berjalan hingga tuntas. (*)

(Ruslan Sangadji)